Selasa, 31 Mei 2016

Katanya Orang Tua Jaman Dulu Panjang Umur dan Jarang Sakit

Kita sering mendengar pendapat bahwa orang jaman modern sekarang ini banyak terkena penyakit aneh-aneh yang tidak ada di jaman dulu. secara tidak langsung beberapa pihak menyalahkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyediakan kebiasaan makan modern. bahkan sampai ada yang menyalahkan dokter karena dianggap mengada-ada soal diagnosa penyakit. tetapi tahukah anda bahwa hal tersebut sebenarnya keliru?

Beragam informasi kesehatan yang beredar selama ini menyajikan pemikiran bahwa manusia modern terkena berbagai macam penyakit karena jarang berolahraga, makan tidak sehat, terlalu banyak bahan pengawet dan terpapar oleh zat-zat kimia. mereka pada dasarnya coba membandingkan kebiasaan manusia modern dengan manusia jaman dulu yang mereka percaya lebih sehat.

Karena menurut orang tua kita sering ditanamkan pengetahuan kalau "orang jaman dulu umurnya panjang-panjang dan jarang sakit aneh-aneh". sedangkan orang modern malah sering terkena penyakit mematikan yang tidak bisa disembuhkan. seperti berbagai macam kanker, tumor, jantung koroner, dsb-nya.
asian elder
Mitos orang tua jaman dulu sehat-sehat turut dipopulerkan oleh film silat

Anggapan seperti di atas diterima secara luas selama bertahun-tahun. sampai beberapa tahun yang lalu para peneliti berkesempatan melakukan CT Scan terbaru pada mumi-mumi mesir yang sudah meninggal ribuan tahun lalu. mereka mendapatkan hal yang membuat dokter modern geleng-geleng kepala.

Pada mumi-mumi mesir tersebut terdapat tanda-tanda jelas yang dikenali oleh dokter forensik modern sebagai tanda -tanda penderita pengapuran pembuluh darah alias penyakit jantung koroner. padahal jelas mereka tidak makan Mcd*na*d, atau K*C. tidak juga makan makanan kaleng atau mie instant.

Mereka juga punya kebiasaan hidup yang jauh berbeda dari kita. semua serba manual, tidak ada yang wireless. tidak bisa duduk malas di sofa sambil pencet-pencet remot TV nonton film drama, main game online atau sibuk chatting dengan gadget masing-masing. tapi nyatanya mereka tetap terserang oleh penyakit yang sama dengan yang diderita oleh manusia modern.
mummy CT Scan
Mumi dari mesir dan berbagai daerah lain turut diperiksa

Padahal makan makanan tanpa rekayasa genetik, bahan natural tanpa pestisida sehingga sangat sehat menurut standar kita dan mereka jelas rajin berolahraga. untuk mesir konsumsi daging merah nya rendah, konsumsi minyak dari gorengan, lemak dan mentega juga rendah, praktisnya semua yang disarankan dihindari oleh ahli gizi dan dokter kesehatan mereka jalani dengan baik.

Tapi semakin banyak diteliti dengan spesimen mumi dari berbagai daerah lain ternyata masih ditemukan hal yang sama. disimpulkan bahwa banyak penyakit yang sebelumnya dipercaya sebagai penyakit abad ke 21 ternyata sudah menjangkiti manusia ribuan tahun yang lalu. tanpa fastfood, remot TV, gadget online, internet dan console game, penyakit-penyakit tersebut tetap saja eksis.

Lalu mengapa orang jaman dulu tidak mengetahuinya?

Karena pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit serta ilmu medis belumlah tinggi. pada jaman dimana dokterpun memiliki pengetahuan yang terbatas tentang anatomi tubuh dan organ dalam sehingga merekapun masih meraba-raba dalam gelap tentang berbagai macam penyakit dan cara pengobatannya. oleh karena itu apabila ada yang meninggal tanpa sebab yang jelas, mereka hanya bisa menawarkan penjelasan "mati tua".

Padahal kalau saja diperiksa oleh ilmu kedokteran modern tentu diketahui sebab kematiannya. karena secara medis kematian pasti berhubungan dengan kerusakan organ baik karena kegagalan (sakit) natural atau karena gangguan penyakit. apakah karena si pasien menderita sakit jantung, diabetes, hipertensi atau kanker yang merupakan penyakit yang ternyata juga wajar ditemui pada masyarakat jaman dulu.
ancient egypt luxury home
Gambaran kehidupan ideal mesir kuno yang serba sehat, rekreasi di taman, udara segar, kolam renang

Faktor lainnya adalah karena jaman dulu seleksi alam begitu ketat. kondisi sanitasi yang buruk ditambah dengan metode pengobatan medis yang masih belum berkembang membuat tingginya tingkat kematian pada anak-anak. sehingga yang mampu selamat hingga usia dewasa hanyalah anak-anak yang memiliki kesehatan prima. juga secara bawaan memiliki bakat alamiah berupa resistensi yang baik terhadap bakteri dan penyakit.

Mereka juga jarang berusia panjang sehingga terkesan banyak yang tidak sakit. padahal hal tersebut disebabkan oleh banyaknya manusia dewasa yang meninggal karena sebab-sebab lain seperti perang, bencana kelaparan, banjir, atau kecelakaan baik yang sehubungan dengan pekerjaan, hewan jinak ataupun liar. hanya sedikit yang diakui meninggal karena sakit dan biasanya disebabkan oleh wabah seperti cacar, lepra atau bubonic plague.

Karena hal-hal di atas maka bisa terjadi diskusi aneh dimana seorang kakek menjawab ketika ditanya oleh cucunya, "Oh kakek 9 bersaudara dan hanya 1 yang mati karena penyakit. si A meninggal karena jatuh dari kuda, si B meninggal karena diterkam macan, si C salah makan jamur beracun, si D, E, F mati perang, hanya si G yang kena cacar lalu meninggal. sedangkan si H yang paling tua meninggal karena "mati tua". weleh-weleh....


Referensi :
http://www.livescience.com/14194-egyptian-mummy-heart-disease.html
http://news.nationalgeographic.com/news/2011/04/110415-ancient-egypt-mummies-princess-heart-disease-health-science/
https://www.washingtonpost.com/national/health-science/hardening-of-the-arteries-common-in-ancient-mummies/2013/03/10/0f164044-883f-11e2-9d71-f0feafdd1394_story.html

Sabtu, 28 Mei 2016

Han Xin, pemuda miskin yang menjadi Jendral pendiri Dinasti Han

Han Xin adalah jenderal paling masyhur dalam sejarah dinasti china. sebelum dan sesudahnya tidak ada lagi pemimpin militer yang demikian berpengaruh. ia menjadi panutan dan benchmark bagi semua jendral dinasti kekaisaran china yang pernah ada. kemampuan strategi, seni kepemimpinan, kerendahan diri, dan juga kesetiaannya pada sang raja sangat melegenda hingga ia akhirnya tewas secara tragis di tangan ratu kaisar.
general han xin
Sosok jenderal Han Xin dalam karya sastra modern-klasik

Lahir pada 231 BC, Han Xin kehilangan ayahnya ketika kecil dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. ia bisa hidup dengan bantuan kerabat namun setelah tumbuh dewasa sekalipun ia tidak kunjung mau bekerja untuk meringankan beban ekonomi. walaupun bukan berandalan tetapi satu-satunya hal yang ia suka kerjakan hanyalah berlatih ilmu pedang sedangkan untuk makan dan biaya lainnya ia terus bergantung pada kerabatnya.

Han Xin senantiasa membawa pedang latihannya kemanapun ia pergi. hal tersebut menarik perhatian sekelompok preman yang menantangnya. mereka memberinya pilihan untuk bertarung atau merangkak di bawah kaki mereka. keributan tersebut ditonton oleh banyak orang, Han Xin memilih merangkak walaupun harga dirinya menjadi korban. ia sadar bahwa pertarungan bisa membuatnya menjadi kriminal sehingga tidak meladeni ejekan dan provokasi mereka.

Tidak lama berselang kerabatnya mulai menolak menanggung beban hidupnya lebih lama lagi karena Han Xin tidak kunjung mau mandiri. sepeninggal ibunya, sang pemuda terpaksa menghidupi dirinya sendiri tetapi tanpa keahlian yang memadai akhirnya ia hampir mati kelaparan. beruntung ada seorang nenek tua yang menolongnya, memberi makan dan merawatnya selama beberapa hari. tergerak hatinya, ia berjanji untuk membalas semua kebaikan sang nenek.
han xin and the old lady
Tokoh sang nenek begitu dipuji sebab rela menolong orang susah tanpa berharap imbalan

Mendengar perkataan Han Xin, sang nenek hanya mengiyakan tetapi menolak untuk memberikan namanya, menandakan bahwa ia tidak mengharapkan balas budi atas perbuatannya. beberapa tahun berlalu dan Kekaisaran Qin yang mempersatukan seluruh dataran china akhirnya terancam pecah. tiap daerah merekrut prajurit lalu memberontak untuk mendirikan kerajaan leluhur mereka kembali. pada kesempatan ini Han Xin ikut menjadi prajurit.

Sebagai prajurit walaupun menunjukkan pengetahuan yang baik mengenai masalah militer tetapi karena penampilan, usia dan juga latar belakang keluarganya, maka sang pemuda hanya mentok pada posisi pelayan tenda salah seorang tokoh pemimpin pemberontakan. ia terus bersabar namun nasibnya tidak kunjung membaik, apalagi berbagai saran-sarannya tidak pernah dipertimbangkan.

Ketika itu nama Liu Bang, tokoh pemimpin pemberontak lainnya mulai populer. ia dikenal menghargai kemampuan anak buahnya tanpa melihat latar belakang mereka. Han Xin ikut mencoba peruntungan dengan menyeberang ke kubu Liu Bang namun nasibnya tidak lantas membaik. malah ia dijerat hukuman mati karena teledor dan melanggar hukum militer. beruntung sebelum dieksekusi ia bertemu dengan seorang jendral yang mengenalnya.

Sang jendral yang pernah ditolong mengetahui bakat sang pemuda sehingga bersedia membelanya. atas rekomendasi sang jendral, Han Xin bukan hanya selamat dari hukuman mati tetapi juga mendapatkan posisi baru di bagian perbekalan (logistik). di sana ia bertemu dengan Xiao He, seorang penasihat Liu Bang yang menyadari kepintarannya. beberapa kali sang penasihat merekomendasikan namanya tetapi Liu Bang tidak terkesan dengannya.
Perpecahan setelah kehancuran kekaisaran Qin, pojok kiri (Han) adalah wilayah Liu Bang

Han Xin memang agar kurang dalam penampilan, tutur kata ataupun karisma sehingga membuat orang lain sulit mempercayai kemampuan dirinya. bahkan Liu Bang yang lahir dan besar sebagai petani sekalipun tidak terkesan dengan pribadi sang pemuda. berbeda dengan jendral lainnya yang tinggi besar dan kuat atau memiliki aura tertentu, Han Xin tampak biasa-biasa saja.

Setelah kehancuran Kekaisaran Qin, Liu Bang mendapatkan posisi sebagai raja muda. walaupun populer dan berjasa besar tetapi ia hanya diberikan wilayah pedalaman karena ditakuti oleh lawan-lawannya. memiliki wilayah kekuasaan yang bagai tempat pembuangan akhirnya banyak pengikutnya yang tidak tahan dan memilih meninggalkannya karena merasa hidup terasing, jauh dari peradaban ataupun daerah asal mereka.

Banyak perwira militer yang pergi namun Han Xin tidak kunjung mendapatkan kenaikan posisi. merasa dirinya tidak diperhatikan akhirnya ia mengundurkan diri, berpikir untuk mencoba peruntungan di kerajaan lain. mendengar kepergiannya Xiao He kaget dan langsung mengejarnya, begitu terburu-buru ia pergi sehingga tidak sempat meninggalkan pesan sama sekali. setelah berkuda siang-malam akhirnya Han Xin berhasil dikejar dan dibujuk pulang.

Di istana, Liu Bang kaget setengah mati mendengar laporan bahwa Xiao He, penasihat kepercayaannya ikut pergi. ia meratap berhari-hari menyesali kepergiannya. ketika mendengar kabar bahwa Xiao He akhirnya pulang, Liu Bang langsung menyambutnya dengan penuh sukacita. namun perasaan itu berubah menjadi kesal setelah mengetahui bahwa sang penasihat pergi darinya hanya karena urusan membujuk pulang seorang Han Xin yang bukan siapa-siapa.

Padahal banyak perwira senior yang juga pergi atau pengikut lain yang lebih berjasa tetapi Xiao He malah memilih pemuda tanggung tersebut, pikir Liu Bang. tetapi sang penasihat tetap berkeras terhadap bakat dan kemampuan yang ia percaya dimiliki oleh Han Xin. walaupun sangsi tetapi Liu Bang akhirnya memperkenankan sang pemuda untuk mengajukan strategi militer baginya yang ternyata hasilnya tidak mengecewakan.
xiao he chasing han xin
Xiao He penasihat raja yang mengejar Han Xin siang malam karena menyadari bakat dari sang pemuda

Han Xin diangkat sebagai jendral dan Liu Bang menjalankan strategi yang diusulkannya untuk melawan tiga mantan jendral Qin yang wilayahnya berbatasan darinya. ia menggunakan tipu muslihat dengan pura-pura menyerang kota lain selagi memperbaiki jalan ke sasaran sebenarnya, pasukan kerajaan Han berhasil mencetak kemenangan gemilang dengan serangan dadakan. membuktikan bahwa strategi buatan Han Xin bukan sekedar teori belaka.

Setelah beberapa kemenangan susulan akhirnya Han Xin mendapatkan kesempatan untuk memimpin pasukannya sendiri. ia mendapatkannya karena tidak ada jendral lain yang sanggup melawan kerajaan Zhao yang berkekuatan 200 ribu prajurit hanya dengan sejumlah kecil pasukan karena kebutuhan militer lainnya. hanya Han Xin yang menyatakan sanggup, bahkan ia hanya meminta 30 ribu prajurit yang kurang terlatih ataupun memiliki disiplin yang kurang.

Sejak berangkat, kepercayaan diri pasukannya terus merosot. sebagian karena sosok Han Xin sendiri yang belum terkenal sebagai jendral, apalagi usianya baru 27 tahun sehingga para perwiranya sekalipun sangsi dengan kemampuannya. sebagian lainnya karena mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan sulit. kesulitan logistik mulai mendera dan terus bertambah berat seiringan dengan semakin menjauhnya mereka dari wilayah sahabat.

Pada situasi yang sudah kepayahan tiba-tiba pada suatu malam datang berita bahwa pasukan lawan telah tiba di seberang sungai. keesokan harinya setelah matahari terbit para prajurit bisa melihat posisi camp lawan dari kejauhan. tampak berkali lipat lebih banyak dari mereka sehingga pasukannya menjadi khawatir tetapi Han Xin tetap tenang. ia justru memberikan perintah untuk sarapan yang ringan saja karena akan ada pesta besar setelah kemenangan hari ini.

Mendengar hal tersebut bahkan para perwiranya saja tidak percaya tetapi mereka tetap menjalankan perintahnya. tanpa diketahui oleh banyak pihak pada malam sebelumnya ketika lawan baru saja tiba, Han Xin sudah mengirimkan 2 kontingen besar pasukan. di tengah malam buta, 2000 prajurit berkuda ia kirim untuk menyebrang sungai secara diam-diam. mereka diperintahkan untuk mengambil rute berputar menuju perkemahan lawan dari arah belakang.
Kitab seni perang merupakan harta yang sangat berharga dan tidak semua jendral memilikinya

Dibekali dengan bendera dan panji-panji, pasukan berkuda tersebut diinstruksikan untuk menyerang perkemahan apabila pasukan lawan terlihat lari ke arah perkemahan. tidak hanya kavaleri, Han Xin juga sudah menyeberangkan 10 ribu prajuritnya di tengah malam untuk membuat parit-parit pertahanan di seberang sungai. pagi harinya para pemimpin Zhao tertawa ketika melihat adanya konstruksi parit di pinggir sungai milik lawan mereka.

Hal tersebut memang menyalahi aturan seni perang yang melarang bertempur dengan punggung menghadap sungai karena membuat pasukan memiliki ruang gerak yang terbatas untuk melakukan manuver. pasukan juga mudah disudutkan dan bisa hancur tanpa kesempatan untuk mundur dan reorganisasi. posisi tersebut juga seperti mengungkap rahasia bahwa mereka tidak menunggu bala bantuan atau memang tidak punya bantuan.

Bagi lawan keberadaan parit tersebut memastikan bahwa pasukan Han Xin hanya "segitu", tidak ada bantuan lain yang akan ikut campur. apabila ada sekalipun maka pasukan bantuan tersebut harus terlebih dahulu menyeberang sungai untuk bertempur, alias tidak ada faktor kejutan sehingga cukup banyak waktu bagi Zhao untuk bersiap dan menyusun rencana lain.

Setelah sarapan, Han Xin menggerakan pasukannya untuk menyeberang sungai dan membuat formasi tempur. ia mengibarkan panji-panjinya dan akhirnya memberikan perintah untuk menyerang. 30 ribu prajuritnya bertempur melawan hampir 200 ribu prajurit musuh. jelas mereka tidak mampu bertahan lama, pasukannya yang lebih kecil kehabisan tenaga dan mulai menjadi korban. Han Xin segera menarik mereka mundur ke arah parit pertahanan.

Prajurit Zhao mengejar begitu dekat sehingga dengan segera terjadi pertempuran dahsyat di parit pertahanan. serangan yang begitu gencar dan sungai yang membenteng di belakang membuat prajurit Han Xin terpaksa bertempur mati-matian karena tidak ada jalan untuk mundur atau melarikan diri. sembari memaki-maki kesialan dan nasib buruk mereka, para prajuritnya dengan sekuat tenaga memberikan perlawanan hidup-mati dengan ganasnya.
battle of jingxing map
Pergerakan Han Xin mengirimkan kavaleri (hijau) dan infantri (merah), Zhao diwakili panah biru

Walaupun kalah jumlah tetapi dengan bantuan parit dan bulatnya tekad untuk bertempur atau mati, maka pertempuran berjalan demkian keras tanpa hasil yang konklusif. dari kejauhan para pemimpin Zhao mulai ragu dan akhirnya terpaksa menarik mundur pasukan terdepannya yang mulai rusak untuk digantikan. ketika pergantian terjadi sebagian pasukan Zhao dipulangkan ke arah perkemahan sambil membawa para korban yang berjatuhan.

Pasukan Zhao yang mundur dikagetkan oleh keributan di belakang perkemahan mereka. dari kejauhan tampak perkemahan mereka dipenuhi oleh panji-panji dan bendera Han Xin. para prajurit Zhao menjadi gugup dan panik, mengira telah jatuh ke dalam perangkap. mereka berpikir ada pasukan besar yang disembunyikan oleh Han Xin yang sekarang sedang menyerang perkemahan mereka. kebingungan mereka menyebar kepada pasukan lainnya.

Melihat perkembangan ini pemimpin Zhao terkejut setengah mati karena harus menghadapi prospek dijepit dari depan dan juga belakang. mereka juga tidak bisa memastikan seberapa besar kekuatan Han Xin sebenarnya sehingga terlambat dalam mengambil keputusan. akibatnya prajuritnya menjadi kehilangan kepercayaan diri. hal ini tidak dilewatkan oleh Han Xin yang mendorong pasukannya untuk keluar dari parit dan menyerang habis-habisan.

Penyerangan dilaksanakan dengan penuh tekad karena para prajuritnya tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk menang dan keluar hidup-hidup dengan selamat. selagi ada kesempatan maka lawan harus bisa dikalahkan sekarang, tidak akan ada kesempatan kedua. mereka tambah semangat ketika karena melihat panji-panji mereka berkibar di perkemahan Zhao, menandakan adanya bala bantuan atau kontingen sahabat yang juga sedang bertempur.

Pasukan Zhao yang bimbang tidak dapat bertempur sepenuh hati karena sebagian sudah putus asa, berpikir bahwa mereka sudah masuk jebakan. walaupun jauh lebih besar tetapi pasukan Zhao akhirnya hancur berantakan. barisan mereka terpecah dan melarikan diri ke berbagai arah untuk menyelamatkan diri masing-masing. Han Xin memerintahkan pengejaran sehingga banyak prajurit Zhao serta pemimpinnya yang tertangkap atau tewas.
han xin in modern movie
Han Xin selalu diperankan oleh aktor keren, padahal aslinya kurang beruntung soal tampang dan karisma

Sore harinya pesta kemenangan yang dijanjikan pun akhirnya betulan terjadi. begitu meriah dan istimewa karena luar biasa pencapaiannya. bagaimana mungkin mereka bisa menang dari lawan yang berjumlah hampir 10x lipat lebih besar? para perwiranya bertanya kepada sang jendral mengenai hal tersebut yang masih terlihat ajaib di mata mereka.

Han Xin mulai menjelaskan bahwa ia hanyalah seorang jendral tanpa nama dengan pasukan yang tidak disiplin, kurang terlatih dan tidak percaya kepadanya. karena itu satu-satunya cara untuk membuat prajuritnya bersedia bertempur adalah dengan menaruhnya ke dalam "posisi mematikan" dimana tidak ada jalan keluar. sebab apabila disisakan rute pelarian pastilah para prajurit akan memilih kabur daripada bertempur.

Dengan menghilangkan jalan keluar maka semua prajurit bahkan yang tidak disiplin sekalipun akan bertempur sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa masing-masing. pemahaman Han Xin terhadap intisari seni perang, terlepas dari kulit teknisnya membuat namanya selama dua ribu tahun terus menghiasi berbagai dokumen sejarah dinasti china. bahkan di jaman modern sekalipun pemahaman dan strategi yang ia lakukan masih terus menarik perhatian.

Sama halnya dengan kerendahan hati dan balas budinya. ketika Han Xin sudah menjadi jendral besar sekalipun ia masih ingat dengan janjinya dan terus mencari sang nenek tua yang pernah merawatnya. ketika sang nenek akhirnya ditemukan, ia memberikan hadiah yang berlimpah untuknya sebagai balas jasa atas kebaikan yang pernah ia terima ketika masih susah dan hampir celaka. tidak lupa ia juga memerintahkan prajuritnya untuk mencari preman yang dulu mengganggunya.
young han xin crawling benath a hooligan
Han Xin memilih merangkak, menanggung malu daripada berkelahi dan melanggar hukum

Betapa takutnya sang preman ketika mengetahui sosok sang jendral besar yang mencarinya ternyata adalah pemuda yang dulu pernah ia permalukan. ia bersujud memohon ampun tetapi Han Xin tidak menghukumnya melainkan malah memberikannya hadiah. menurut sang jendral tanpa adanya kejadian tersebut maka dirinya belum tentu pernah belajar untuk menanggung rasa malu sehingga kemungkinan tidak bisa meraih sukses seperti sekarang.

Han Xin kemudian memaafkan sang preman dan menjadikannya perwira dalam pasukannya. dua kejadian di atas membuat namanya harum sebagai seorang yang berbudi dan juga murah mati. terlebih lagi setelah ia menolak ajakan berbagai pihak untuk memberontak terhadap Liu Bang yang dikemudian hari berlaku tidak adil terhadapnya. hal ini membuatnya menjelma menjadi sosok idola karena kejeniusan strateginya, balas budinya dan juga kesetiaannya.


Jumat, 27 Mei 2016

Pewarna Merah Seharga Emas Dalam Sejarah

Sebelum abad pertengahan bangsa eropa sudah mengenal beragam pewarna yang berasal dari tanaman tetapi warna yang dihasilkan cenderung pucat dan mudah luntur. setelah beberapa kali pencucian atau terkena hujan, kain atau pakaian yang diberi warna akan mengalami banyak pemudaran. pakaian berwarna merah cabai misalnya akan terlihat seperti merah muda atau pink setelah dicuci.

Lalu datanglah Spanyol dengan pewarna carmine yang menghasilkan warna yang jauh lebih kereng, mencolok, ngejreng dan yang terpenting tahan lama. zat pewarna yang dihasilkan oleh carmine tidak mudah luncur ketika terkena air atau dicuci. keunggulan yang dimilikinya dibandingkan dengan pewarna biasa membuat harganya sangat mahal, apalagi terbuat dari bahan yang dirahasiakan oleh Spanyol sehingga harganya bisa setara emas.
pewarna cochineal dalam sejarah
Bubuk pewarna merah carmine dan bahan aslinya yakni cochineal

Walaupun mahal tetapi warna adalah salah satu media penunjuk status sosial tersendiri bagi pemakainya. pada saat itu warna pakaian yang jarang ada, unik ataupun langka akan membuat prestise pemakainya semakin tinggi. karena itu raja dan kaum bangsawan tetap membutuhkan pewarna carmine tersebut. bisnis pewarna tersebut sangat menjanjikan sehingga banyak yang mencoba mencuri rahasianya dari tangan Spanyol.

Mereka tahu kalau pewarna tersebut berasal dari dunia baru, tepatnya Amerika selatan. tetapi mereka dibuat kebingungan karena serpihan carmine yang mereka miliki sulit diidentifikasi. mereka bahkan tidak tahu apakah sedang mencari tanaman, bahan tambang atau serangga. pada masa tersebut bahkan dengan bantuan mikroskop sekalipun rahasia dari pewarna Spanyol masih terus diperdebatkan.

Selama 300 tahun tercatat hanya ada beberapa orang yang berhasil menemukan rahasianya tetapi tidak ada yang mampu memproduksi pewarna tersebut sesuai harapan. karena carmine ternyata dibuat dari bagian-bagian dari serangga yang bernama cochineal.
serangga cochineal
Serangga cochineal dengan zoom yang diperbesar, aslinya hanya sebesar ujung pensil

Sejenis serangga yang berukuran sangat kecil dan hidup dengan mengkonsumsi daun dari suatu jenis kaktus tertentu. walaupun kaktusnya bisa dipindahkan tetapi cochineal sangat rawan terhadap perbedaan iklim dan kelembaban sehingga sangat rapuh apabila dipindahkan ke luar dari lingkungan aslinya. serangga tersebut jelas tidak mampu bertahan hidup dalam pelayaran kapal antar samudera sehingga hanya produktif di wilayah aslinya yang tandus dan gersang.

Ketika ada yang berhasil membawa sejumlah besar cochineal hidup-hidup ke sebuah koloni inggris yang dirasa mirip, serangga tersebut ternyata gagal menghasilkan warna yang sama. hal tersebut diperparah dengan keengganan mereka untuk berkembang biak sehingga semua serangga tersebut musnah setelah satu atau dua generasi. padahal dibutuhkan setidaknya 70 ribu serangga cochineal untuk mencapai berat setengah kilogram.

Dari sekian puluh ribu serangga, hanya 10% dari bagian serangga yang menghasilkan zat pewarna. bisa dibayangkan berapa juta serangga cochineal yang dibutuhkan untuk membuat 1 kg pewarna carmine. oleh karena itu Spanyol terus menerus memiliki monopoli tunggal atas zat pewarna ini walaupun rahasianya sudah diungkap oleh beberapa negara tetangganya.
kaktus makanan serangga cochineal
Yang putih-putih adalah serangga cochineal, warna merahnya berasal dari sejenis zat asam dan bukan darah

Pewarna ini aslinya dimiliki oleh suku Aztec yang menggunakannya secara luas dalam kehidupan mereka. pewarna ini merupakan salah satu komoditas utama dari kebudayaan mereka. beberapa daerah bahkan membayar pajak dalam bentuk panen serangga cochineal. setelah kedatangan bangsa Spanyol budidaya secara besar-besaran dimulai di wilayah meksiko, peru dan sekitarnya. pewarna ini kemudian diperdagangkan secara luas dari Amerika, Eropa hingga India.

Demikian menguntungkan monopoli dari pewarna ini sehingga dianggap komoditas yang setingkat dengan coklat, perak dan juga emas. karena tidak ada bahan pengganti atau substitusi maka carmine menjadi sumber kekayaan kerajaan Spanyol selama ratusan tahun. hal ini membuat mereka bisa membuat Armada Laut yang terkenal. pada abad berikutnya kemunculan pewarna sintetik dan kemerdekaan Meksiko membuat produksi dan harga carmine merosot tajam.

Masuk ke masa modern mungkin anda berpikir kalau bahan pewarna yang terbuat dari serangga menjijikan adalah cerita sejarah kuno yang sudah tidak lagi relevan. tetapi sekarang ini penggunaan carmine justru kembali naik daun karena dinilai lebih bersahabat daripada pewarna berbahan dasar kimia yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker). karena itu mulai dari lipstik hingga makanan kembali menggunakan carmine sebagai pewarna andalan.
makanan dengan pewarna dari serangga
Ada yang mau nge bucks?

Mulai dari permen coklat, biskuit, kue, yoghurt, es krim, saus tomat, BBQ bahkan beberapa minuman populer ternyata mengandung ekstrak pewarna carmine. tentu jauh lebih menyehatkan daripada zat kimia penyebab kanker walaupun agak lebih jijik sedikit. setidaknya sekarang anda tahu di balik warna merah yang menawan pada makanan dan minuman kesukaan anda ada cerita tentang cochineal yang dahulu harganya setara dengan emas.


Selasa, 24 Mei 2016

Joan of Arc, gadis penyelamat Prancis dalam sejarah perang 100 tahun

Siapa sangka seorang gadis desa berumur 17 tahun dapat mengubah nasib bangsanya? dari rekor Prancis yang terus menerus kalah perang selama belasan tahun hingga kemenangan besar pertama terhadap Inggris. padahal Joan of Arc tumbuh besar secara normal, tidak pernah berhubungan dengan perang ataupun menerima pendidikan militer.

Kisah dimulai ketika Joan tiba-tiba mengajak kerabatnya mencari seorang komandan garnisun di desanya untuk diantar kepada Charles, calon raja Prancis. tentu ini adalah sebuah permintaan yang tidak masuk akal, tetapi sang gadis mengaku sebagai 1-1nya individu yang mampu menyelamatkan Prancis dari kehancuran.

Mendengar hal ini Joan diusir karena dianggap mengada-ada. tetapi sang gadis tidak menyerah begitu saja, setahun kemudian Joan berhasil meyakinkan dua orang knights bawahan sang komandan dan akhirnya diizinkan untuk pergi menemui Charles.

joan of arc marble statue
Nama aslinya adalah Jehanne d'Arc, dikenal juga sebagai Maid of Orleans.

Pertemuan ini bukan hal yang mudah karena Charles berada jauh di pedalaman selatan. hal ini terjadi karena perang sudah berjalan demikian buruk bagi Prancis yang tidak hanya menghadapi Inggris tetapi juga perang saudara dengan bangsanya sendiri. kota-kota besar di utara seperti Paris sudah jatuh ke tangan lawan. sedangkan yang setia terhadap kerajaan berada jauh di selatan.

Tidak puas hanya dengan utara, Inggris dan sekutunya perlahan menyerang ke selatan. ketika Joan pergi 1-1nya pertahanan Prancis yang menghalangi akses ke selatan adalah sungai Loire dan kota Orleans. kota tersebut memiliki jembatan besar ke selatan dan Inggris sangat membutuhkannya untuk menyebrangkan sejumlah besar pasukan dan logistik. Orleans juga dianggap bisa menjadi duri dalam daging apabila dibiarkan bebas karena memiliki garnisun yang masih kuat.

Akibatnya Orleans digempur selama beberapa bulan. walau melakukan perlawanan sengit tetapi setelah beberapa bulan pertahanan kota mulai kedodoran. tetapi tidak pernah ada yang pasti dalam perang, ketika sudah berada di atas angin Inggris malah tertimpa sial. pemimpin mereka tewas dalam sebuah kecelakaan meriam. hal ini menyulut krisis kepemimpinan dan memberikan waktu berharga bagi Prancis untuk memperbaiki pertahanan kota.

Setelah perbaikan maka situasi perang agak berimbang. Inggris kembali kesulitan menerobos masuk secara frontal sedangkan Prancis belum bisa membuka kepungan. keduanya praktis menunggu bala bantuan. naas kemudian adalah giliran Prancis untuk mengalami kesialan. hanya karena urusan salah koordinasi maka salah satu bala bantuan yang dinanti-nanti justru hancur berantakan secara memalukan setelah kepergok Inggris dalam battle of herrings.
siege of orleans map
Pengepungan Inggris (merah) terhadap Orleans, mencoba memotong jalur logistik dan memaksa kota untuk menyerah.

Dalam situasi demikian yang menambah panjang daftar kejadian buruk selama berbulan-bulan datanglah Joan ke hadapan Charles. sang gadis berpakaian dan berpotongan rambut ala laki-laki karena harus menempuh perjalanan melewati daerah lawan dari Domremy ke Chinon. perjalanan berbahaya tersebut menarik perhatian banyak orang di Selatan. mungkin ini adalah kali pertama kehebatan Joan terbukti manjur karena ia dan rombongan pengawal yang hanya 4 orang nyatanya bisa tiba dengan selamat.

Joan bercerita telah melihat sosok surgawi yang menugaskannya untuk menyelamatkan Prancis dan membantu Charles untuk naik takhta. ketika ditanyakan bagaimana raja akan dilantik apabila upacara harus berlangsung di Reims yang jauh di utara sedangkan Orleans saja sedang diblokade Inggris, Joan mengatakan bahwa ia akan membebaskan Orleans. tidak langsung percaya tetapi terkesima dengan kepercayaan diri sang gadis, Charles mengirimkannya kepada ahli agama untuk diperiksa.

Setelah beberapa hari tanya jawab ahli agama tidak menemukan hal yang salah pada diri Joan. walaupun demikian mereka juga tidak dapat memastikan kebenaran kisahnya. mendengar ini Charles merasakan adanya sebuah kesempatan dan memutuskan untuk menggunakan Joan, setidaknya untuk sementara. sesuai permintaan dari Joan maka ia dijadikan sebagai Kapten Kepala (setara dengan Jendral modern, hanya di bawah Marshal) dan memimpin seluruh sisa militer Prancis untuk menyelamatkan Orleans.

Ditemani beberapa kapten senior, Joan menggalang pasukan bantuan dan segera bergabung dengan konvoi yang menuju Orleans. dalam perjalanan ia dibohongi ketika memberikan perintah untuk langsung menyerang posisi Inggris ketika tiba di Orlenas. para kaptennya yang merasa jauh lebih paham urusan militer memilih pendekatan yang lebih aman, mengutamakan misi untuk mengirimkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan oleh Orleans.
map of french 1415
Perhatikan letak Domremy, Chinon, Orleans dan Reims. kekuasaan Inggris (Merah) dan sekutunya (Ungu).

Betapa marahnya Joan ketika ia melihat bahwa ia tiba di sisi selatan kota yang aman, bukan utara yang langsung berhadapan dengan lawan seperi yang ia minta. setelah kejadian ini Joan menunjukkan sedikit pengetahuan militer dimana ia menyatakan untuk tidak membagi 2 pasukannya (yang 1 mengantar supply, yang 1 harus menjaga di pinggir sungai dari kemungkinan serangan) yang bisa dihancurkan oleh Inggris secara mudah satu per satu.

Untungnya para kaptennya berhasil mendamaikan dengan mengedepankan rakyat Orleans yang membutuhkan bantuan logistik dan menanti kehadirannya. Joan menerima nasihat mereka setelah pasukan Orleans keluar untuk menyambut Joan serta memberikan perlindungan. Joan dan pasukannya dengan perahu berhasil masuk ke Orleans dengan sambutan bagai pahlawan.

Dengan status barunya sebagai pahlawan Joan membentuk militia yang patuh dan setia terhadapnya. dalam rapat perang di dalam kota ia dengan jelas menyebutkan keinginannya untuk bertempur secara aktif balas menyerang bukan defensif. walaupun banyak yang menentang tetapi keberanian sang gadis yang menjadi pemimpin baru mereka dengan cepat menulari para perwira dan rakyat kota sehingga sehari setelahnya mereka mengubah cara bertempur.

Prancis tidak lagi pasif bertahan tetapi aktif melawan. tidak lantas senang Joan malah frustrasi karena terus dijaga jauh dari pertempuran oleh para seniornya. ia juga tidak diberitahukan tentang kapan pertempuran akan berlangsung agar tidak turut campur. tetapi Joan dengan keras kepala dan kengototannya yang legendaris hampir selalu mampu hadir di garis depan dalam banyak pertempuran dan membuatnya menjadi sosok yang disegani kawan dan lawan.
joan of arc di kota orleans
Warga Kota Orleans sudah lama mendengar ramalan akan diselamatkan oleh sosok wanita berbaju besi

Dalam satu kesempatan Joan sempat berkirim surat kepada Inggris yang menjadi lawannya. pesannya menunjukkan dirinya sebagai pribadi yang kompleks. Joan menggunakan cara pandang orang ketiga yang tentu tidak umum digunakan, seperti si Budi yang menulis surat kepada Tono dengan menyebutkan "Si Budi ingin bertemu dengan Tono." alih-alih langsung saja menulis "Ton, ane ingin ketemu"

Joan menyebut dirinya sebagai "the Maid" atau sang gadis, julukan tersebut kemudian melekat dengan dirinya sebagai the Maid of Orleans. gaya penulisan suratnya dengan cerdas membedakan kapasitas dirinya sebagai Joan secara pribadi dengan Joan yang juga memiliki kapasitas sebagai pemimpin militer Prancis.

Suratnya dengan lugas mengecam klaim politis Inggris atas wilayah Prancis, serta keikutsertaan mereka dalam perang saudara Prancis. Joan juga mengancam opsi militer terhadap lawannya apabila tidak mematuhi ultimatumnya. surat ini tidak terkesan berasal dari seorang gadis pedesaan yang buta huruf melainkan bagaikan ditulis oleh seorang jendral senior yang sudah kenyang perang, bernyali dan terbiasa dengan intrik politik. Joan of Arc Letters.

Pada 4 hari bersejarah jatuh bangunnya Prancis dalam siege kota Orleans yang menentukan, Joan memberikan keputusan untuk menyerang lawan secara frontal. para kaptennya banyak yang tidak bersedia melakukannya, Joan akhirnya nekat memimpin sendiri. begitu yakin dengan keputusannya hingga Joan sempat mengancam untuk membunuh penjaga gerbang padahal yang awalnya tidak mau membukakan pintu gerbang untuknya.

Walaupun pada beberapa kesempatan terdahulu hampir terjadi blunder dan Joan pun sempat terluka besar dan kecil, tetapi optimisme yang tumbuh dari pasukan yang semula terus bertahan menjadi aktif menyerang mengubah dinamisme pertempuran. Inggris yang terbagi ke dalam banyak tempat dan lokasi untuk menjaga posisi yang sudah mereka raih akhirnya terpaksa bertahan. tempo dan inisiatif perang beralih ke tangan Prancis yang semakin bersemangat dan percaya diri setelah meraih beberapa kemenangan kecil.
status of joan of arc holding her banners
Senjata utama Joan dalam perang adalah panji benderanya

Setelah terluka dari pertempuran hari-hari sebelumnya sekalipun Joan keesokan harinya tetap hadir di garis depan. hal ini menjaga semangat kuat pasukannya yang terus melakukan serangan balik. setelah beberapa pertempuran melelahkan akhirnya di hari ke 9 setelah kedatangan Joan di Orleans, Inggris terpaksa membuka kepungannya. bagi Inggris pengepungan tidak lagi efektif apabila Prancis dapat mengirimkan bala bantuan terus menerus ke Orleans melalui jalur selatan yang sudah kembali dikuasai kembali oleh Prancis.

Mundurnya pasukan Inggris yang sebelumnya tampak tidak terkalahkan beserta dengan begitu cepatnya keadaan berubah dari kepastian hampir kalah membuat Joan menjadi sosok pujaan prajurit, warga kota Orleans dan nantinya seluruh rakyat Prancis.

Belum selesai dengan Orleans, sehari kemudian kedua pasukan bertemu berhadapan di medan terbuka. kali ini Joan menggunakan alasan bahwa hari tersebut adalah hari Minggu yang suci, dan kemudian menahan pasukannya dari pertempuran. padahal banyak yang ingin untuk mengejar Inggris selagi mundur.

Mengenai hal ini ahli militer modern memuji keputusan Joan. pada kejadian tersebut adalah konyol bagi Prancis untuk mempertaruhkan kemenangan besar mereka di Orleans hanya untuk mengejar Inggris tanpa tujuan yang jelas, padahal risikonya besar. apalagi pasukan Inggris walau bisa dibilang sudah dipukul mundur tetapi nyatanya masih berjumlah lebih banyak dan peralatannya masih lengkap, sedangkan pasukan di Orleans sudah kepayahan.

Kalaupun menang mereka hanya akan mengurangi pasukan Inggris yang masih memiliki pasukan di kota-kota lainnya. dan apabila Prancis kalah maka seluruh hasil kerja keras mereka akan musnah, Orleans bisa jadi kembali berpindah tangan. lebih berbahaya lagi bagi Prancis adalah hilangnya seluruh harapan rakyat yang timbul pada diri Joan yang mulai menjadi simbol bagi perlawanan dan kemenangan Prancis.
joan of arc in battle
Sosok Joan of Arc yang terbiasa menantang maut pertempuran

Tidak bersenang dengan kemenangan besar pertamanya, Joan segera meyakinkan Charles dan para kaptennya untuk melakukan penyerangan jauh ke utara, ke kota Reims tempat dimana upacara penobatan raja Prancis bisa dilangsungkan. Joan beralasan bawa setelah Prancis secara resmi memiliki seorang Raja maka keabsahan klaim Inggris akan semakin pudar dan lemah di mata rakyat.

Tetapi jarak Reims yang terletak hampir dua kali lipat lebih dalam di jantung wilayah lawan dariapda kota Paris sekalipun mau tidak mau membuat ragu banyak pihak. tapi keyakinan diri Joan begitu kuat sehingga hampir semua orang memutuskan untuk ikut dengan rencananya apalagi setelah seorang komandan senior menilai rencana perang Joan yang begitu nekat sama sekali tidak akan diduga oleh Inggris (sehingga mendapatkan unsur kejutan).

Setelah mengamankan beberapa posisi strategis, Prancis bergerak ke arah Reims. banyak kota di perjalanan yang masih setia atau gentar terhadap ketenaran Joan sehingga kembali menyerah takluk. Inggris dan sekutunya yang sedang sibuk memperkuat Paris karena mengira akan menjadi target berikutnya terkejut dengan gerakan Prancis tersebut sehingga hanya mampu mengirimkan bala bantuan dengan tergesa-gesa yang kemudian dihancurkan Prancis dalam battle of patay.

Akhirnya kota Reims bisa jatuh dengan cepat dan Charles dapat naik takhta dengan upacara lengkap sesuai tradisi. hal tersebut menguatkan klaim nya sebagai raja Prancis yang sah sebenar-benarnya di mata rakyat dan juga negara tetangga. Joan hadir dalam upacara tersebut pada posisi kunci yang mengindikasikan besarnya kontribusi yang telah ia perbuat bagi sang raja baru dan juga Prancis.
coronation of charles, joan of arc in the background
Penobatan Charles sebagai Raja Prancis, Joan berada di belakangnya.

Tetapi disinilah juga karier militer Joan meredup. dalam kondisi militer yang sudah lebih baik penyerangan ke kota Paris yang ia pimpin tidak membuahkan hasil, bahkan menjadi sebuah blunder yang sia-sia. di sela-sela perundingan damai dan gencatan senjata Joan mencoba menjalin hubungan dengan para tokoh-tokoh perang saudara lainnya, berharap mereka bersedia memberontak terhadap sekutu Inggris.

Dengan uang hadiah dari raja, Joan juga merekrut dan memelihara pasukannya sendiri. ketika perang kembali meletus, ia segera aktif berperang tanpa menunggu bala bantuan atau persetujuan dari pemimpin militer Prancis lainnya. akhirnya dalam usaha gagal untuk menyelamatkan salah satu kota yang diserang, Joan tertangkap ketika memimpin pasukan yang menjaga barisan belakang (rear guard) ketika pasukan utamanya mundur.

Begitulah gaya kepemimpinan Joan of Arc memimpin sendiri penyerangan dengan berada di garis terdepan dan mundur paling akhir bersamaan dengan pasukan paling belakang. hal yang membuatnya dihormati, disegani oleh kawan dan lawan. sekarang harga dari risikonya ia bayar lunas dengan menjadi tawanan. ia diadili secara kontroversial sebagai seorang gadis dengan kepercayaan sesat. walaupun tidak ada bukti namun Joan pada akhirnya dihukum mati dengan cara dibakar. ketika itu ia baru berusia 19 tahun.

Di akhir hidupnya Joan melakukan beberapa hal yang mengukuhkan statusnya sebagai sosok yang luar biasa. ia yang tidak berpendidikan berhasil mempertahankan dirinya dari dakwaan dan jeratan serta jebakan para ahli teologis. mereka yang ahli agama dibuat pusing oleh seorang gadis yang bahkan dengan siksaan tidak dapat mereka patahkan semangatnya. pada salah satu usaha melarikan diri juga ia pernah melompat dari tower setinggi belasan meter dan selamat dengan sedikit luka.
joan of arc surviving sign
Tanda tangan asli Joan dalam dokumen, kemampuannya membaca dan menulis masih diperdebatkan

Joan adalah sosok yang kontroversial, sebagai pemimpin militer ia seringkali dikecilkan peranannya karena tampak tidak masuk akal mengingat dirinya sebagai seorang gadis muda yang tanpa pengalaman atau pendidikan militer. tapi catatan tindakannya dalam perang membuktikan dirinya sebagai seorang pemimpin militer yang kapabel dan genius.

Terkesan tidak logis, lebih aneh dari fiksi tetapi demikianlah sejarah mencatat. pada film sosok Joan dikisahkan sebagai seorang maskot atau morale booster. berguna untuk merektur militia, levied troops dan menjaga semangat. tetapi ia lebih dari itu, keputusannya jelas memiliki nilai strategis dan keberaniannya menginspirasi semangat tempur dan nyali pasukan Prancis.

Mungkin peran Joan yang terbesar bagi militer Prancis adalah kejelasan komando militer. apabila sebelumnya sering terjadi kebingungan karena para kapten dan sekutu saling berbeda pendapat. di bawah Joan yang jauh lebih ngotot daripada mereka semua, prajurit Prancis mengikuti perintahnya seorang. tidak ada kebingungan, maju ataupun mundur ia selalu berada di tengah mereka.

Selain dari itu Joan juga memiliki sisi inovatif. berbeda dengan pemimpin militer lainnya yang kurang update karena menerima pendidikan militer yang sudah kolot, Joan melihat potensi dan kemampuan dari senjata baru seperti artilery meriam dan senjata bubuk mesiu kuno sebagai apa adanya. ia tidak bias dengan nilai kehormatan kesatria atau chivalrious dalam pertempuran. ia melihat perang sebagai perang, sebuah konflik yang harus dimenangkan dengan segala cara.

Tidak terbatas pada perang langsung, Joan pun berhasil menjalin gerakan resistensi loyalis yang melakukan pemberontakan terhadap sekutu Inggris. menunjukkan pemahaman tentang aspek lain dari perang. pada akhirnya rakyat Prancis semakin terbentuk identitas nasionalnya yang memupuk jalan menuju rekonsiliasi dari perang saudara.

Dua puluh tahun setelah kematiannya perang saudara di Prancis berakhir dengan perdamaian. sedangkan Inggris terusir secara total dari wilayah Prancis. menutup babak akhir dari perang seratus tahun antara Inggris dan Prancis yang sudah berjalan selama 115 tahun.


Jumat, 20 Mei 2016

Kebiasaan Tidur Jaman Dulu & Mimpi yang Begitu Nyata

Kebiasaan tidur manusia jaman dulu sangat berbeda dengan sekarang. walaupun sudah mengenal penerangan murah dari rushlight atau lampu minyak tetapi penerangannya masih terbatas. nyala apinya hanya cukup untuk kegiatan jarak dekat seperti membaca atau beberapa pekerjaan ringan di dalam ruangan.

Sumber cahaya dari api juga tidak praktis karena harus dijaga secara manual dan pantang ditinggal. sebab nyala apinya tidak stabil, bisa mati atau membesar secara tiba-tiba. lilin mahal sekalipun sumbunya harus terus dipotong agar tidak membesar seperti obor, tidak seperti lilin modern yang bisa ditinggal menyala dengan aman sampai habis. tingginya penggunaan kayu di jaman itu membuat nyala api dan kebakaran sebagai risiko yang terus menghantui.
desert castle on sunset
Desert Castle at Sunset, diambil dari http://pablo-palomeque.blogspot.co.id/

Setelah gelap hanya pandai besi yang bisa bekerja lembur karena api dari tungku pembakarannya dapat menerangi seluruh ruangan kerjanya. beberapa jenis kerajinan rumah tangga kecil-kecilan bisa dikerjakan dengan penerangan minimal tetapi untuk kebanyakan profesi lainnya seperti penenun, petani, peternak dan tentunya para buruh, tidak banyak banyak bisa dikerjakan. beberapa memilih untuk melakukan beberapa perbaikan kecil pada peralatan atau pakaian mereka sebisanya.

Bagi kebanyakan masyarakat waktu di sore hari dimanfaatkan untuk melepas lelah dan makan bersama keluarga. bagi yang masih lajang bisa berpergian ke warung sekitar untuk ngobrol atau mencari hiburan musik dan cerita. di beberapa tempat seperti penginapan atau balai kota tersedia penerangan yang lumayan memadai. tapi tentu hanya untuk yang berkepentingan.
medieval dinner
Penerangan dengan beberapa lampu minyak cukup terang untuk sosialisasi

Setelah matahari terbenam pada pukul 6 atau 7, kota dan desa sudah sepi karena penduduknya tertidur pulas. tetapi mereka tidak tidur terus sampai pagi tetapi terbangun menjelang tengah malam. proses ini natural karena jam biologis pada kebanyakan orang memaksa otak dan tubuh untuk terbangun setelah tidur pulas selama beberapa jam.

Lalu dengan penerangan yang seadanya di tengah malam mereka akan meluangkan waktu bonus tersebut untuk ngobrol atau bermain bersama keluarga. selanjutnya berdoa, pergi ke toilet dan tentunya mengisi perut yang lapar dengan kudapan ringan dan minuman. selama kurang lebih satu jam mereka terus terjaga sebelum kembali mengantuk dan tertidur karena hari masih gelap. tidur inilah yang disebut sebagai "second sleep" atau tidur kedua.

Oleh para ahli kebiasaan ini dinamakan segmented sleep. tidak seperti jaman modern kebiasaan tidur pada jaman dulu secara natural terbagi menjadi 2 periode. catatan para tokoh sejarah banyak menyebutkan mengenai hal ini dan tampak lumrah terjadi pada semua orang baik rakyat pedesaan ataupun kaum bangsawan dan para penguasa.
ruangan dengan lilin
Penerangan dengan lilin yang pada jaman dulu lumayan mahal dan tergolong mewah

Tidur pertama biasanya jauh lebih pulas dan tubuh sudah bugar ketika bangun tengah malam. sedangkan tidur kedua pada pukul 1 dini hari lebih kepada istirahat ringan seperti tidur siang. kebanyakan sudah terjaga satu atau dua jam sebelum matahari terbit dan menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah. begitu hari mulai terang maka mereka bisa langsung bekerja.

Paruh tidak kedua juga menjelaskan mengapa orang jaman dulu lebih rentan terhadap mimpi karena otak sudah cukup beristirahat namun terpaksa tidur karena tidak ada yang bisa dikerjakan. tubuh tertidur tetapi pikiran tetap aktif dan karenanya mimpi mudah terjadi. bukan hanya yang biasa tetapi jauh lebih hidup, terasa nyata dan riil karena fungsi otak yang sudah aktif seutuhnya.

Karena itu orang jaman dulu suka mencoba menginterpretasikan mimpi karena terasa begitu nyata sehingga mudah diingat bahkan setelah lama terbangun sekalipun. mimpinya sendiri merupakan manifestasi umum karena kebutuhannya. yang lapar akan mimpi makan enak, yang ingin ketemu pasangan akan bertemu, yang ingin bertemu tuhan akan ketemu dan yang sedang sakit akan bermimpi buruk karena deraan rasa nyeri dari sakit.
dreaming in medieval age
Mimpi begitu luwes mengikuti alam bawah sadar seperti raja yang ingin memiliki istana akan bermimpi tentang istana

Setidaknya mimpi bisa menjadi hiburan visual bagi orang jaman dulu. kembali ke soal tidur, bagi orang modern tidur selama 8 jam mungkin dirasa cukup sedangkan orang jaman dulu terbiasa tidur selama 10 atau 11 jam. hal ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa manusia modern lebih gampang terkena penyakit dan stress. karena sebenarnya selama ribuan tahun manusia terbiasa selalu tidur jauh lebih lama daripada 8 jam.


Selasa, 17 Mei 2016

Tanda Jempol Penentu Hidup Matinya Gladiator

Dalam film atau kisah tentang romawi dan gladiator biasanya dikenal tanda jempol ke atas atau jempol ke bawah yang memutuskan nasib petarung yang kalah. dipercaya jempol ke atas berarti sang gladiator akan dibiarkan selamat, sedangkan jempol ke bawah berarti mati. tapi tahukah anda bahwa sebetulnya hal tersebut adalah keliru?
caesar giving thumb down
Tanda jempol yang terlanjur populer dan menempel pada pertandingan gladiator

Kesalahan tersebut diawali oleh satu lukisan paling tua dan paling detail tentang suasana pertarungan gladiator di coloseum. pelukisnya jelas melakukan banyak riset mendalam terhadap kehidupan romawi, gladiator dan arena coloseum. hasilnya adalah lukisan yang sangat mendetail sampai pada level disain arena dan podium, tipe armor gladiator, senjata dan pakaian yang dikenakan penonton.

Semua terlukiskan dengan baik sehingga karya seni tersebut menjadi dasar atau standar bagaimana pertandingan gladiator terjadi dalam sejarah. namun seiringan dengan ditemukannya berbagai sumber sejarah lainnya, diketahui bahwa beberapa hal dalam lukisan tersebut masih belum akurat.

Kekeliruan tersebut terjadi karena keterbatasan sumber yang tersedia pada waktu lukisan itu dibuat yang berupa dokumen sejarah berbahasa latin yang terkadang artinya hanya bisa ditebak-tebak dengan akurasi yang tidak pasti. selain itu dari peninggalan fresco yang umumnya tidak terlalu dapat diandalkan untuk hal-hal yang mendetail.
Lukisan yang cukup akurat walaupun masih tanpa wasit, last man standing, dan jempol ke bawah

Untuk jempol ke bawah sebenarnya isyarat yang dimaksud berasal dari kata-kata "pollice verso". artinya "turned thumb" atau jempol yang diputar/ dibalik. dahulunya diartikan sebagai jempol yang diputar ke bawah. baru kemudian setelah menelusuri banyak catatan pembanding lainnya diketahui bahwa yang sebenarnya dimaksudkan adalah jempol yang dibalik ke arah leher.

Suatu isyarat menunjuk leher dengan jempol dengan artian yang jelas yakni eksekusi. karena cara eksekusi ala romawi baik prajurit maupun gladiator adalah dengan memberikan luka pada leher yang dianggap titik paling vital dalam tubuh manusia. jadi bukan jempol ke bawah tapi jempol ke leher. tanda tersebut ditujukan kepada gladiator sebagai petunjuk apa yang harus dilakukannya.
Agak-agak seperti ini tanda yang dimaksud

Gladiator yang kalah harus berlutut sendiri dan siap untuk menerima vonis. kalau ternyata pingsan atau terluka sampai tidak bisa berdiri biasanya tidak dieksekusi tapi dilarikan ke luar arena. dalam hal ini dianggap sudah jelas siapa yang menang sehingga keputusan sponsor tidak perlu dijalankan. tetapi karena alasan belas kasihan terkadang eksekusi tetap dilakukan agar korban tidak menderita kesakitan akibat dari luka yang parah.

Keputusan semacam ini umumnya hanya terjadi apabila ada petarung yang menyerah dengan menjatuhkan senjata atau perisainya dan memberikan tanda "stop". kalau sudah demikian sponsor yang sudah membayar untuk pertandingan tersebut berhak memutuskan apakah penyerahan tersebut dinilai pantas dan beralasan, atau tidak dengan konsekuensi yang mematikan.
gladiator surrender sign
Mengangkat jari dan menjatuhkan perisai adalah tanda meminta wasit untuk menyetop atau menyerah

Lalu bagaimana kalau jempol ke atas?

Jempol ke atas juga mitos. mereka tidak mengenal tanda seperti itu karena di dalam stadion besar baik isyarat jempol ke atas atau ke bawah tetap sulit untuk dikenali dari jauh sehingga tidak praktis sebagai suatu tanda atau perintah. untuk membiarkan gladiator tetap hidup mereka menggunakan isyarat dengan mengepalkan tangan ke arah depan dengan jempol masuk ke dalam kepalan.

Isyarat kepalan tangan ke depan tentu mudah dibedakan dengan jempol ke leher sehingga mudah dikenali dari jauh sekalipun. tanda itu sendiri dimaksudkan untuk menunjukkan kepada gladiator pemenang untuk menyarungkan senjatanya dan membiarkan lawannya hidup.

Mengapa jempolnya dimasukkan ke dalam kepalan tangan? karena dengan posisi jempol seperti itu seseorang tidak akan bisa memegang benda apapun baik itu pedang, tombak ataupun gagang sapu. suatu tanda yang praktis dan lebih fungsional daripada thumbs up ala Like Facebook.


* Baca juga Gladiator yang sebenarnya.


Senin, 16 Mei 2016

Mengenal Kastil, Puri atau Benteng Kerajaan ala Eropa

Pernahkah anda berpikir mengapa sebagian peradaban membangun kastil seperti puri disneyland sedangkan peradaban lainnya membangun tembok kota atau benteng yang bisa melindungi seantero kota dan seluruh penduduknya? tentu jawabnya bukan sekedar teknologi atau kemampuan membangun karena kota Ur sekalipun, salah salah satu kota tertua dalam sejarah peradaban manusia sudah memiliki tembok kota keliling.

Sejak ribuan tahun yang lalu umat manusia sudah menguasai teknik pembangunan tembok yang mengelilingi seantero kota dan bagian-bagian penting dari pemerintahan. pada masa yunani kuno semakin banyak kota yang dilindungi oleh tembok besar seperti kota Troy yang terkenal dalam epic Iliad. pada era romawi walled cities beserta defensive walls berkembang dengan pesat hingga kita mengenal Hadrian wall dan Byzantine city wall yang melegenda.
City of Ur walls
Ilustrasi kota Ur, 5800 tahun yang lalu di Sumeria dengan tembok keliling kota

Lalu mengapa selepas keruntuhan romawi barat, peradaban di eropa tiba-tiba tidak lagi membangun tembok pertahanan kota?

Tentu banyak faktor yang menjadi penyebab tetapi yang paling utama adalah karena kerajaan eropa cenderung terpecah-pecah sedemikian kecil sehingga merasa tidak mampu untuk membangun bangunan pertahanan yang sedemikian menguras sumber daya di kota mereka. mereka lebih memilih untuk berkonsentrasi pada alat pertahanan yang lebih kecil dan pribadi namun dengan efektivitas yang menyamai.

Sebuah kastil memang tidak akan mampu untuk melindungi seluruh warga kota beserta kekayaan alamnya tetapi pemilihan lokasi yang strategis mampu membuat lawan kesulitan untuk menguasai wilayah tersebut. bagi penyerang walaupun mudah untuk menguasai kota dan sentra ekonomi tetapi tanpa menguasai kastil yang menjaga maka pasukan mereka senantiasa terekspose dari serangan balasan dan dadakan ketika lengah.

Tidak hanya didesain terhadap gangguan militer tetangga yang iseng menyerang, sebuah kastil juga harus mampu bertahan dari ancaman lainnya seperti bahaya kebakaran. hal ini membuat kastil era sebelumnya yang terbuat dari kayu digantikan dengan batu yang lebih tahan api setidaknya pada tingkat pertama dan tembok terluar. hal ini meminimalisir ancaman kebakaran dan penyebarannya baik disengaja ataupun tidak.
parts of castle explained
Diagram dari bagian-bagian sebuah kastil, Keep atau Donjon adalah bangunan utama

Kastil dibangun secara khusus untuk memberikan perlindungan terhadap keluarga kerajaan atau pembesar lainnya beserta dengan segala kekayaan dan aset pemerintahan. tidak lupa sekutu terdekat mereka juga tinggal di kastil beserta dengan pasukan kerajaan sebagai elemen perlindungan. mereka ditempatkan pada bagian yang berlainan sesuai dengan status sosial mereka, raja dan bangsawan di Donjon sedangkan prajurit di barak dan berbagai titik penjagaan.

Selain dari sebagai rumah bagi raja dan para pembesar beberapa kastil dibangun dengan tujuan ekonomi ataupun murni pertahanan. ada yang dibangun secara spesifik untuk mengambil uang tol pada suatu perlintasan jalan atau akses sebuah sungai. kastil-kastil tersebut sengaja dibangun di dekatnya untuk memastikan semua yang melintas membayar pajak tol sekaligus memastikan kontrolnya atas wilayah tersebut dari penyusup atau gangguan tetangga yang iseng.

Kastil serupa juga lumrah dibangun pada suatu daerah yang subur, perkebunan ataupun pertambangan kaya yang terhitung vital bagi industri, ekonomi atau keberlangsungan sebuah kerajaan. tentu ukuran dan kelengkapan kastil tersebut disesuaikan dengan kepentingan daerah tersebut beserta potensi ancaman yang ada.
kastil, pertahanan natural
Halaman kastil dan bentangan alamnya juga merupakan bagian dari perlindungan

Para raja juga kadang menginginkan sebuah tempat peristirahatan pada tempat yang lebih terasing dengan iklim yang lebih sejuk. akibatnya kastil pun dibuat pada tempat yang jauh dari pusat kota dan pemerintahan. lebih mirip vila tetapi kastil peristirahatan ini tetap dilengkapi dengan fasilitas perlindungan yang mumpuni seperti tembok berlapis, bukaan untuk menembak panah, tower yang saling melindungi, berbagai mekanisme pertahanan, gateway ganda serta labirin.

Bedanya dengan kastil lainnya, pada kastil peristirahatan sedari awal diprioritaskan pembangunan ruangan yang lebih nyaman dan mampu mengakomodasi kunjungan tamu negara, diplomat dan pejabat penting lainnya. hal ini membuat bangunan dan elemen perlindungan akan mengalah apabila dirasa mengganggu kenyamanan penghuninya. kastil jenis ini biasanya dilengkapi kamar, jendela, aula dan taman yang besar dan megah.

Kastil mungkin terlihat cantik dari luar tetapi efektivitas pertahanannya tidak main-main. tercatat beberapa kali sejumlah kecil penjaga tidak lebih dari 20-30 orang pemanah mampu bertahan dari serbuan ratusan bahkan ribuan pasukan lawan. apalagi rata-rata kastil terbebas dari ancaman siege weapon karena terletak di tebing tinggi dengan akses yang curam sehingga tidak bisa dilewati oleh peralatan berat. parit besar, bukit atau hutan tebal memiliki fungsi yang sama.
kerak castle, crusader
Kastil Kerak yang sangat terkenal di era crusader

Di balik segala keunggulannya, kastil memiliki keterbatasan yakni luasnya relatif kecil sehingga tidak mampu mengakomodasi banyak personil. pada keadaan damai saja banyak prajurit yang sulit untuk mendapatkan tempat tidur yang layak dan sekedar tiduran di koridor dengan alas tikar jerami di waktu malam. masalah luas juga membuat gudang persediaan logistik mereka relatif kecil sehingga hanya mampu menghidupi seratusan prajurit atau puluhan men-at-arms beserta pelayannya.

Namun yang lebih mendesak adalah ketersediaan sumber air bersih. pemilihan lokasi pada tempat tinggi dan terjal membuatnya sulit untuk menemukan sumber mata air berlimpah airnya. pada beberapa kastil hanya ada 2 atau 3 sumur dengan jumlah air yang hanya cukup untuk minum puluhan orang saja per hari. hal ini membuat kastil rawan terhadap situasi pengepungan dimana kebanyakan hanya mampu bertahan dalam hitungan beberapa minggu saja.

Menghadapi kelemahan tadi, kastil untuk tujuan militer dibuat lebih besar hingga mampu mengakomodasi ribuan prajurit ataupun lebih. persediaan air minum dan makanan sekedar ditimbun secara besar-besaran pada gudang penyimpanan hingga para penjaga bisa bertahan selama beberapa bulan tanpa bantuan logistik dari luar.

Di eropa barat tercatat setidaknya 75 ribu kastil dibangun sepanjang era medieval. kebanyakan relatif kecil dan hanya memiliki jumlah tower yang sedikit, banyak yang tidak memiliki keep atau bangunan utama. tuan rumah serta tamu tinggal pada akomodasi yang tersedia pada tower yang terbesar sedangkan prajurit ditempatkan pada gate utama serta beberapa ruangan di sekitar kastil dan tembok pertahanan.
japan medieval castle
Kastil serupa ala Keshogunan Jepang

Pada keshogunan jepang kastil juga menjadi primadona karena sumber daya mereka yang cenderung terbatas dan sistem feodal yang terpecah-pecah. banyak penguasa feodal yang tidak mampu untuk membuat tembok keliling kota. kalaupun dipaksakan sebuah tembok kota justru dinilai mengganggu karena menghalangi perkembangan kota dan perluasan lahan produktif.

Seperti halnya di eropa di jepang pun sebuah kastil dirasa cocok sebab mampu melindungi kota atau wilayah tempatnya bernaung tanpa memperlambat perkembangan lahan untuk produktivitas. sebuah kastil juga dirasa mampu mencerminkan prestise dari penguasa feodal dengan kemegahan dan keindahan dari kastil tersebut. namun yang terpenting kastil tetap mampu berfungsi sebagai puast pemerintahan dan basis militer.


Minggu, 15 Mei 2016

Raja dan Jendral Memimpin Pasukannya dari Depan, Benarkah?

Pada jaman dahulu para raja, pangeran, panglima, jendral atau tokoh besar lainnya seringkali diceritakan memimpin pertempuran secara langsung dari depan pasukan. berbagai lukisan dan film mempopulerkan ide yang sama. tetapi hal ini sulit diterima karena tampak terlalu berisiko dan berlebihan. tampak terlalu nekad untuk dilakukan karena kematian seorang pemimpin atau raja jelas membuat semua hal yang diperjuangkan dalam perang menjadi tidak berguna.

Begitu vitalnya keberadaan sang raja sehingga dipercaya kalau mereka tidak mungkin berada di depan ketika pertempuran berlangsung tetapi jauh di belakang pada posisi yang aman. apabila perang berlangsung tidak sesuai dengan rencana maka raja dan pemimpin lainnya bisa melarikan diri dengan mudah tanpa harus berurusan dengan pasukan lawan. keberadaan "pemimpin di depan" dalam novel ataupun lukisan dianggap tidak lebih daripada narasi cerita saja.
kesatria medieval eropa dalam pertempuran
Raja dan Panglima dilukiskan memimpin dari depan dan terlibat langsung dalam baku hantam

Tapi tahukah anda bahwa pada masa lalu raja, pangeran dan panglima betul-betul memimpin pasukannya dari depan dan ikut terlibat dalam pertempuran? padahal jelas berbahaya dan kematian mereka bisa menghancurkan kerajaannya tetapi hal tersebut terus berlangsung. hal ini terjadi karena faktor pasukan yang mereka miliki. pada abad pertengahan dimana kekacauan besar terjadi seringkali prajurit profesional tidak tersedia dalam jumlah yang mencukupi.

Kebanyakan prajurit profesional sudah menjadi korban dalam perang saudara, perang penumpasan pemberontakan, ataupun konflik suksesi. mereka juga bisa dinonaktifkan karena kesetiaannya diragukan atau karena kerajaan tidak mampu membayar gaji mereka. sejumlah kecil prajurit profesional yang masih tersisa kemudian terserap untuk berbagai macam tugas lain seperti keamanan ibukota, kastil raja ataupun menjadi bodyguard para bangsawan.

Karena itu pihak yang bertikai lebih banyak mengandalkan prajurit sukarela alias levied troops. terdiri dari rakyat yang bergabung karena tidak mampu membayar pajak atau karena bencana kelaparan sehingga ikut kemiliteran agar bisa makan dan mendpatkan bayaran. aslinya mereka tidak lebih daripada buruh tani, pekerja kasar, pengrajin kecil, dan pengangguran. tentunya mereka tidak memiliki motivasi untuk bertempur layaknya prajurit profesional.

Motivasi yang tidak baik diperparah dengan minimnya peralatan tempur yang tersedia dan kurangnya waktu pelatihan karena dibutuhkan secepatnya dalam perang. akibatnya pasukan sukarelawan memiliki keahlian yang rendah, disiplin yang meragukan dan moral yang buruk. tidak mengherankan apabila pasukan tersebut harus selalu dipaksa dan diancam dengan hukuman militer agar bisa berfungsi layaknya unit militer dalam pertempuran.
pasukan samurai
Samurai dan ashigaru yang dipimpin langsung oleh Daimyo dalam pertempuran

Sadar sebagai pasukan yang terburuk dari kerajaannya, para sukarelawan ini selalu takut dikorbankan oleh pemimpinnya sendiri. memang merupakan cara yang umum untuk mengorbankan sebagian pasukan sehingga lawan menjadi lemah, letih dan rusak sebelum dihadapi oleh pasukan lain yang lebih kuat. pemikiran seperti ini membuat levied troops menjadi selalu curiga dan tidak percaya dengan struktur komando mereka sendiri.

Jumlah pasukan sukarela boleh besar tapi sebenarnya tidak terlalu berguna dalam perang. kurangnya motivasi dan buruknya moral membuat mereka begitu mudah lari ketika menghadapi situasi yang berbahaya di medan perang. hal ini tentu menjadi masalah yang memusingkan para pemimpin sebab pasukan sukarela merupakan mayoritas dari seluruh pasukan yang terlibat. jumlah mereka begitu mendominasi, seringkali di atas 70% dari total pasukan.

Bayangkan apa jadinya perang kalau hampir semua pasukan lari ketika diserang oleh musuh? karena itu para pemimpin harus selalu berada di tengah pasukan sukarelawan. bukan untuk mencari aman dengan jumlah yang besar tetapi sekedar untuk mencegah mereka agar tidak kabur dari medan pertempuran. bagi para jendral sendiri ada masalah lainnya karena pendidikan mereka secara tradisional bertujuan untuk memimpin pasukan yang terlatih.

Menangani pasukan sukarelawan jauh lebih sulit karena rendahnya disiplin dan moral sehingga cenderung membangkang dan memilih lari ketika dihadapkan pada situasi yang berbahaya. percuma membuat rencana dan strategi apabila pasukan lari ketika diserang oleh lawan. mereka tidak bisa diharapkan untuk menyerang ataupun bertahan. hal ini membuat gaya kepemimpinan jendral tradisional tidak efektif sehingga kemudian tersisihkan.
ramses in the eve of battle
Keberadaan sosok pemimpin kerajaan membuat pasukannya percaya diri dan berani bertempur

Mereka digantikan dengan tipe Jendral yang memimpin dari depan. perintahnya tidak sulit, cukup ikuti saja yang dilakukan olehnya. ketika menyerang ia akan menyerang paling depan, ketika bertahan ia akan berada di garis pertahanan terdepan. keberaniannya sang Jendral untuk berada di depan membuat pasukannya terdorong keberaniannya. tindakannya juga memberikan contoh yang lebih mudah diikuti oleh pasukannya.

Di tangan komandan yang memimpin dari depan pasukan sukarelawan bisa berubah menjadi pasukan tempur yang disegani seiringan dengan jumlah pertempuran yang mereka lalui. tentu semua hal ini bergantung dengan kemampuan dan keselamatan sang Jendral itu sendiri. sia-sia saja apabila seorang Jendral memimpin dari depan tetapi tewas di tangan musuh pada pembukaan perang. karena itu keberadaan mereka dibarengi dengan sepasukan elit bodyguard.

Selain dari keberadaan korps pilihan yang berkemampuan tempur tinggi jauh di atas rata-rata, sang Jendral juga wajib memiliki kemampuan tempur yang prima. seiringan dengan banyaknya partisipasi dalam pertempuran maka keduanya akan menjadi sangat berpengalaman dan ahli dalam pertempuran jarak dekat. hal inilah yang membuat banyak jendral dalam sejarah yang begitu disegani dan dianggap sebanding dengan ribuan prajurit.

Disebutkan para ahli yang berpengalaman mampu menjatuhkan lawannya dalam hitungan detik padahal sama-sama mengenakan helm dan baju pelindung lengkap. kemampuan ini membuat mereka mampu bertahan di posisi paling depan sebagai mata tombak (pasukan garis depan) dalam pertempuran. mereka sengaja menanggung beban terberat dan membebaskan pasukan sukarelawan untuk melakukan tugas yang lebih ringan yang mampu mereka lakukan.
duel between generals
Duel antara Lu Bu melawan Zhang Fei, Guan Yu dan Liu Bei dalam Kisah Tiga Kerajaan

Struktur komando yang mudah, yakni mengikuti kemana saja sang Jendral menyerang begitu cocok dengan pasukan sukarelawan sehingga efisiensinya meningkat drastis. apa yang tidak mereka memiliki dalam pergerakan kompleks dan rumit mereka kompensasi dengan jumlah yang besar. asalkan lawan tidak memiliki sejumlah besar pasukan yang jauh lebih baik maka biasanya tidak akan ada pihak yang memiliki keunggulan atau superioritas dalam pertempuran.

Tipe pemimpin garis depan secara alamiah akan menjadi standar pada masa konflik yang berkepanjangan. begitu lumrah sehingga para Raja dan pembesar lainnya akan ikut memimpin di depan karena jauh lebih efektif dalam perang. tidak selalu unggul, memimpin di depan memiliki risikonya sendiri yang khas dalam bentuk pertemuan dengan Jendral lawan yang juga memimpin di depan pasukannya. hal ini akan menyeret pada sebuah duel yang menentukan.

Duel pemimpin dan korps pilihannya akan menentukan jalannya perang. siapapun yang menang akan berada di atas angin, sedangkan Jendral yang kalah walaupun bisa menyelamatkan diri tetapi akan kehilangan ujung tombaknya. dirinya mungkin terluka dan korps pilihannya menjadi korban sehingga kemampuan tempurnya melorot drastis. bagi prajurit sukarela kalahnya pimpinan mereka menandakan "things aren't looking very good right now".

Kalau sudah begitu, harus menunggu bantuan atau mundur teratur. apabila dipaksakan bertempur maka hampir dipastikan akan kalah walaupun di atas kertas memiliki jumlah pasukan yang lebih besar. pasukan sukarelawan yang dipaksakan menanggung kerja pasukan pilihan dalam pertempuran kemungkinan besar akan kolaps dan melarikan diri dari pertempuran. begitu menentukan sehingga duel antar pemimpin seperti ini cenderung dihindari.
achilles vs hector
Pertarungan Achilles melawan Hector adalah contoh klasik bagaimana duel antar Jendral terjadi

Situasi kepemimpinan seperti di atas tidak berlangsung terus menerus. seiringan dengan waktu dimana pasukan rekrutan menjadi veteran dan semakin banyak yang dilatih secara layak maka mereka berkembang menjadi prajurit profesional. artinya mereka mampu melakukan gerakan dan strategi yang lebih rumit, yang terpenting mereka disiplin, percaya dan patuh dengan pemimpinnya sehingga tidak lagi harus dipimpin dari depan agar efektif.

Mereka bisa dipercaya untuk menjaga satu titik mati-matian agar sang Jendral dan pasukan lainnya dapat menyerang lawan dari sisi lain. hal ini membuat Jendral garis depan digantikan dengan Jendral tradisional yang lebih mampu mengolah keseluruhan pertempuran dimanapun ia berada. keberadaan prajurit profesional dan jendral tradisional membuat pasukan suatu kerajaan mampu melawan musuh yang jauh lebih besar dengan manuver yang kompleks, lincah dan mematikan.

Pergantian antar tipe pemimpin yang berbeda ini kebanyakan terjadi secara natural dimana sang Jendral garis depan dan korps pilihannya menjadi tua berumur setelah melalui banyak pertempuran. oleh karenanya mereka lebih banyak memimpin secara tradisional di tengah-tengah pasukan. bukan hanya karena faktor usia tetapi juga karena jabatan dan pangkat mereka sudah tinggi sehingga tidak lagi memimpin satu pasukan saja tetapi banyak pasukan sekaligus.