Rabu, 30 September 2015

Sejarah Terbentuknya Kota Lamongan (Jawa Timur)

Nama Lamongan sendiri berasal dari nama seorang tokoh pada masa dulu . Kabupaten Lamongan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Lamongan. berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat.
Sejarah Terbentuknya Kota Lamongan (Jawa Timur)

Kisah Terbentuk Kota Lamongan
Berawal dari diwisudanya Adipati Lamongan pertama yaitu Tumenggung Surajaya(Rangga Hadi) meskipun pada waktu itu Kasultanan Pajang yang menjadi pusat pemerintahan,tetapi yang bertindak mengangkat/mewisuda Surajaya yang menjadi adipati Lamongan yang pertama bukanlah Sultan Pajang melainkan Kanjeng Sunan Giri IV. Hal itu di sebabkan karena Sunan Giri prihatin terhadap Kasultanan Pajang yang selalu resa dan situasi pemerintahan yang kurang mantap,dan faktor yang lain adalah Kanjeng Sunan Giri merasa resah atas tingkah para pedagang asing dari Eropa yaitu pedagang Portugis yang ingin menguasai Nusantara khususnya pulau Jawa dan perlu diketahui bahwa berdirinya Kabupaten Lamongan yang sepenuhnya berlangsung di jaman Keislaman dan diwisudanya Tumengung Surajaya bertepatan pada tanggal 10 dzulhijah 976 H yang tidak lain adalah hari Idul Adha dan setelah ditelusuri jatuh pada tanggal 26 Mei 1569 M.

Beliau (RanggaHadi) waktu mudah bernama Hadi,yang berasal dari Dusun Cancing yang terletak di wilayah Sendangrejo kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan.sejak masih mudah beliau sudah nyuwito di Kasunanan Giri dan beliau juga termasuk santri yang dikasihi oleh Kanjeng Sunan Giri karena sifatnya yang baik,terampil,cakap dan cepat menguasai ajaran Agama Islam oleh karena itu akhirnya Sunan Giri menunjuk Hadi untuk melaksanakan perintah menyebarkan Agama Islam dan sekaligus mengatur pemerintahan dan kehidupan Rakyat di kawasan yang terletak disebelah barat Kasunanan Giri yang bernama kenduruan oleh karena itu Sunan Giri memberikan pangkat Rangga kepada Hadi.

Singkat cerita RanggaHadi dengan segenap pengikutnya naik perahu di kali Lamong dan berhasil sampai di Kenduruan, oleh masyarakat daerah ini Rangga Hadi diberi sebutan Mbah Lamong yang memiliki arti pandai NGEMONG Rakyat karena pandai membina daerah,dan mahir menyiarkan Agama Islam,serta dicintai oleh seluruh Rakyatnya dan dari kata Mbah Lamong inilah daerah itu kini disebut Lamongan.

Mitos Kota Lamongan
Ikan Bandeng dan Lele merupakan Lambang dari Kota Lamongan . Ikan Lele yang tentunya memiliki sejarah karena menjadi lambang dari Kota Lamongan. Ada yang bilang jika orang Lamongan asli tidak boleh memakan ikan tersebut.

Makanan Khas Kota Lamongan
Lamongan dikenal memiliki makanan khas, yang cukup populer dan dapat dijumpai di berbagai daerah di Jawa Timur, misalnya Sego Boranan, Soto Lamongan, Nasi Boranan, Tahu tek, dan Tahu campur lamongan. Wingko Babat adalah makanan ringan khas dari Babat. Selain itu ada makanan khas dari daerah Paciran yang disebut dengan Jumbreg, selain Jumbreg Paciran juga merupakan daerah penghasil buah siwalan muda yang biasa disebut Ental dalam bahasa jawa. 

Referensi:
http://sraksruk.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-kablamongan-jawa-timur.html
http://arespank.blogspot.co.id/
http://anaklamonganlor.blogspot.co.id/p/sejarah-kota-lamongan.html

Jumat, 21 Agustus 2015

Mengenal Sejarah Terbentuknya Negara Suriah di Dunia

Mengenal Sejarah Terbentuknya Negara Suriah di Dunia - Suriah merupakan salah satu pusat peradaban paling tua di muka bumi. Saat ini dipimpin oleh Presiden Bashar al-Assad dan pada masa sekarang ini sedang mengalami konflik bersenjata internal.Dulu Penggalian oleh para arkeolog pada 1975 di Kota Ebla bagian utara Suriah menunjukkan, sebuah kerajaan Semit sempat berdiri dan menyebar dari Laut Merah ke Turki dan Mesopotamia pada 2500-2400 SM.

Etnis Suriah diketahui merupakan etnis Semit dengan 90 persen terdiri atas warga Muslim, 74 persen Sunni dan 16 persen terdiri atas kelompok Muslim lainnya termasuk Alawi, Syiah dan Druze. Sementara 10 persen adalah warga Kristen.

Pada 1920, sebuah kerajaan Arab dibawah kekuasaan Raja Faysal dari keluarga Hashimiah didirikan di Suriah. Tidak hanya menjadi raja Suriah namun Raja Faysal juga menjadi Raja di Irak. Kekuasaannya di Suriah berakhir seiring dengan kekalahan pasukannya melawan Prancis dalam pertempuran Maysalun.

Selama beberapa tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meletakkan Suriah di bawah mandat Prancis sebelum akhirnya Prancis terpuruk pada 1940. Kendali atas Suriah pun segera diambil Pemerintahan Vichy hingga Pemerintah Inggris dan Prancis kembali menjajah negara tersebut pada Juli 1941. Demikian ditulis State, Sabtu (18/8/2012).

Namun penjajahan ini sendiri tidak berlangsung lama karena kelompok nasionalis Suriah mendesak agar Prancis segera menarik keluar pasukannya dari Suriah pada April 1946. Suriah pun ditinggalkan Prancis dalam kendali pemerintahan republik yang telah lebih dulu terbentuk ketika Prancis memegang mandat PBB atas negara itu.

Kendati perkembangan ekonomi Suriah berlangsung pesat diikuti dengan deklarasi kemerdekaan pada 17 April 1946, namun pergolakan politik justru terjadi di negara itu pada 1960-an.

Suriah dan Mesir diketahui sempat bersatu membentuk Republik Persatuan Arab, namun persatuan ini tidak berhasil sehingga memicu terjadinya kudeta militer pada 28 September 1961. Suriah pun akhirnya memisahkan diri dan bangkit kembali sebagai Negara Republik Suriah. Kabinet baru pun dibentuk di bawah bayang-bayang Partai Ba'ath.

Kudeta militer kembali terjadi pada 13 November 1970 dimana Menteri Pertahanan Suriah saat itu Hafiz al-Asad menobatkan dirinya sebagai Perdana Menteri. Setelah 30 tahun berkuasa penuh atas Suriah pada 10 Juni 2000 Hafiz al-Assad pun dilaporkan tutup usia.

Pada masa ini perubahan konstitusi pun terjadi, dimana parlemen menghendaki usia minimun bagi presiden adalah 40-43 tahun. Perubahan ini memungkinkan putra Hafiz al-Assad, Bashar al-Assad untuk terpilih sebagai presiden dimana ia maju mencalonkan diri tanpa pesaing. Bashar al-Assad secara resmi dilantik pada 17 Juli 2000 untuk masa jabatan 7 tahun.

Referensi:
http://news.okezone.com/read/2012/08/16/412/678735/sejarah-awal-suriah
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=58&ved=0CFkQFjAHODJqFQoTCK2I7sfsuccCFU0EjgodlAINmA&url=http%3A%2F%2Fe-journal.uajy.ac.id%2F4524%2F2%2F1HK10107.pdf&ei=d-3WVe3wOc2IuASUhbTACQ&usg=AFQjCNEs96fdfBigDFD3vXMrOMZ5j40czQ&sig2=p35xjdl4U710OrxfVHQ_yw&cad=rja

Minggu, 16 Agustus 2015

Sejarah Bercerita Awal Terbentuk Negara Sri Lanka

Sri Lanka adalah negara pertama di Asia yang memberikan hak untuk memilih kepada perempuan, dan hak mereka ini diberikan hanya berselang dua tahun setelah para perempuan di Inggris memperoleh hak pilih mereka.

Keragaman pengalaman Sri Lanka dalam sistem konstitusi dan pemilu mungkin termasuk unik dalam sejarah politik. Sri Lanka juga merupakan sebuah negara yang berada di pulau pesisir tenggara India. Negara Sri Lanka ini sampai pada tahun 1972, masih diakui sebagai Ceylon di dunia internasional. Negara Sri Lanka pun memiliki cerita sejarah tesendiri yang tentunya berbeda dengan sejarah dari negara-negara lain yang ada di dunia ini. 

Negara yang terkenal dengan produksi tehnya ini sekitar pada abad kelima mulai didatangi oleh kelompok etnis yang berasal dari daratan India bagian selatan. Kelompok etnis dari India ini kemudian menetap di sekitar wilayah pesisir pantai yang ada di sebelah barat. Mereka membangun sarana irigasi yang digunakan untuk menunjang kegiatan kehidupan mereka.

Dengan pembuatan saluran-saluran air tersebut mereka dapat bertahan hidup di daerah tersebut . Pada akhirnya, mereka pun dapat menemukan teknik pertanian atau cara bercocok tanam yang lebih maju. Dari hasil tersebut, mereka dapat hasil pertanian mereka hingga ke daerah-daerah lain.

Bahkan hasil pertanian tersebut bisa sampai dijual di daerah tiongkok. Mereka dapat melakukan aktivias pedagangan dengan baik karena letak geografis daerah ini sangat menunjang. Hal ini dikarenakan pulau atau wilayah tersebut berada dalam jalur perdagangan.

Selain etnis yang berasal dari dataran india, pada sekitar abad ke-12 pulau atau wilayah ini pun kedatangan suku atau etnis dari kelompok lain. Etnis yang masuk pada abad ke-12 ini berhasil membangun atau mendirikan sebuah kerajaan pada abad ke-14.

Etnis ke-2 yang memasuki atau menempati wilayah Sri Lanka ini berada di sekitar pesisir pantai di sebelah timur.

Sedangkan untuk etnis ketiga yang menetap di pulau ini adalah bangsa Moor. Bangsa Moor pada awalnya mendatangi wilayah ini dengan tujuan untuk berdagang. Namun pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk menetap di wilayah ini karena dilalui jalur perdagangan dari barat hingga timur.

Dengan alasan wilayah ini dilalui jalur perdagangan dari barat hingga timur maka banyak pula pendatang yang berdatangan dan memutuskan untuk menetap di wilayah ini. Karena alasan itu pula maka terdoronglah niat para kelompok etnis untuk menguasai wilayah tersebut. Hingga pada abad ke-15 pulau banyak mengalami pertententangan mengenai perebutan wilayah.

Pada tahun 1900, penduduk asli wilayah tersebut mulai tumbuh rasa nasionalisme. Mereka pun mengajukan rancangan konstitusi yang pada tahun 1931 konstitusi tersebut terbentuk secara resmi dan dimungkinkan dapat menjalankan pemerintahan yang baru. Akhirna pada tahun 1947, Inggris pun menetapkan bahwa wilayah Ceylon berhak memperoleh kedulatan dan Inggris menetapkan wilayah ini sebagai negara persemakmuran.

Dengan kedaulatan yang mereka pilih maka masyarakat Ceylon mengadakan pemilihan umum untuk memilih siapa yang berhak menjalankan pemerintahan di Ceylon. Pemilihan umum tersebut dimenangkan oleh partai persatuan nasional. Dan pada akhirnya pada tanggal 2 mei 1972 cerylon resmi mengubah nama menjadi Republik Sri Lanka.

Referensi:
http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/167-januari-2012/1321-sri-lanka-salah-satu-negara-demokrasi-tertua.html
http://www.bimbie.com/

Minggu, 03 Mei 2015

Sejarah Pembentukan Rukun Negara di Malaysia

Rukun Negara adalah ideologi kebangsaan Malaysia. Ia telah dibentuk pada 31 Ogos 1970 oleh Majlis Gerakan Negara iaitu setahun selepas berlakunya tragedi 13 Mei 1969 yang menghancurkan perpaduan dan ketenteraman negara.

Sejarah Rukun Negara di Malaysia
Kedatangan Inggeris dan dasar-dasar imigrasi liberal yang diperkenalkan telah menukar corak dan bentuk kehidupan masyarakat negara ini. Kerajaan Inggeris telah menggalakkan kemasukan buruh-buruh dari negara China dan India untuk bekerja di lombong-lombong bijih timah dan ladang-ladang getah milik mereka serta menggalakkan berniaga di pekan-pekan.

Di bawah dasar pecah perintah kerajaan Inggeris telah memisahkan penempatan dan bidang pekerjaan ketiga-tiga kaum secara berasingan. Kebanyakan orang Melayu dibiarkan terus tinggal di kampung-kampung tradisional dan meneruskan pekerjaan sebagai petani dan nelayan. Orang-orang Cina pula ditempatkan di sektor perlombongan dan berniaga. Inggeris menempatkan orang-orang India di ladang-ladang getah milik mereka sebagai pekerja ladang. Hanya sebilangan kecil orang-orang India yang mengusahakan pekerjaan lain di pekan-pekan.

Dasar pecah perintah Inggeris juga telah memisahkan ketiga-tiga kaum yang terdapat di negara ini daripada bidang pendidikan. Orang-orang Melayu digalakkan bersekolah dalam aliran Melayu sekadar dapat membaca dan mengira. Kaum Cina dibiarkan meneruskan sistem pendidikan aliran Cina yang dibawa terus daripada negara asal mereka. Kaum India juga mengadakan pendidikan dalam aliran Tamil. Bahasa pengantar  dan kurikulum juga berpandukan daripada negara asal mereka. Ketiga-tiga kaum ini tidak berpeluang untuk berinteraksi dan mengenali antara satu sama lain kerana dipisahkan melalui jurang pendidikan dan penempatan. Hanya anak-anak golongan elit sahaja yang berpeluang bersekolah di sekolah-sekolah aliran Inggeris yang ditubuhkan oleh penjajah. Keadaan ini berterusan sehingga negara mencapai kemerdekaan pada 31 Ogos 1957.

Tahun 1956, iaitu setahun sebelum kemerdekaan, kekacauan telah berlaku di Pulau Pinang semasa majlis pemberian taraf Bandaraya kepada Pulau Pinang. Perbalahan yang sama turut berlaku di Pangkor 1960, Bukit Mertajam 1966 dan sekali lagi di Pualau Pinang 1967. Peristiwa kekacauan ini hanya berlaku secara kecil-kecilan sahaja. Langkah dan usaha yang serius bagi membendung rusuhan kaum hanya dimulakan pihak kerajaan setelah kejadian rusuhan kaum yang serius berlaku pada peristiwa berdarah 13 Mei 1969. Akibat daripada peristiwa ini, kerajaan telah mengambil langkah tegas serta jangka panjang untuk mencari satu formula bagi mengatasi masalah tersebut supaya tidak berulang.

Berikutan itu, Majlis Perundangan Negara telah ditubuhkan oleh Pengarah MAGERAN di bawah Undang-undang Darurat yang diwartakan pada 29 Januari 1970. Anggota-anggota Majlis Perundangan Negara terdiri daripada seorang Pengerusi ( Allahyarham Tun Abdul Razak bin Hussein merangkap Pengarah MAGERAN ), tiga orang menteri (Allahyarham Tun Dr. Ismail bin Dato' Abdul Rahman, mendiang Tun Tan Siew Sin dan Tun V.T Sambanthan ), wakil-wakil kerajaan negeri dan wakil-wakil daripada parti politik. Majlis ini juga mempunyai wakil-wakil daripada tokoh agama, badan-badan profesional, perkhidmatan awam, kesatuan sekerja, wartawan, persatuan guru-guru dan wakil kumpulan-kumpulan kecil.

Mesyuarat pertamanya telah diadakan pada 27 Januari 1970, dipengerusikan Pengarah MAGERAN, Allahyarham Tun Haji Abdul Razak bin Hussein. Setelah berbincang serta mengkaji sedalam-dalamnya selama beberapa bulan, Majlis Perundingan Negara telah merumus bahawa satu ideologi yang mampu mengatasi garis pemisah antara kaum perlu diwujudkan di negara ini. Berdasarkan keputusan tersebut, maka lahirlah Rukun Negara yang telah diisytiharkan oleh Yang di-Pertuan Agong Ke-Empat pada 31 Ogos 1970, iaitu sempena ulang tahun ke-13 kemerdekaan Malaysia.

Setiap warganegara Malaysia hendaklah menjadikan Rukun Negara sebagai ters dan landasan hidup bermasyarakat di negara ini. Rukun Negara diwujudkan untuk menyemai nilai-nilai murni seperti nilai keagamaan, kesetiaan kepada raja dan negara, kepatuhan kepada perlembagaan, kedaulatan undang-undang serta membentuk masyarakat yang mengamalkan nilai kesopanan dan kesusilaan.

Ruku Negara juga menjadi pendoman kepada seluruh rakyat Malaysia yang berbilang kaum ke arah pembentukan perpaduan nasional dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Seterusnya melahirkan sebuah negara bangsa Malaysia yang bersatu padu, demokratik, adil, liberal dan saintifik tanpa mengira keturunan dan kepercayaan.

Prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Rukun Negara adalah jelas merupakan kunci kepada masyarakat majmuk negara ini untuk memelihara serta mengekalkan keharmonian dan perpaduan kaum demi kesejahteraan rakyat dan kemakmuran negara. Perpaduan dan penyatuan rakyat amat penting dalam usaha kerajaan membangunkan negara dan rakyat. Melalui Rukun Negara, semua lapisan rakyat tanpa mengira kaum dan agama dapat berpegang kepada satu ideologi yang dapat dijadikan sebagai amalan dan etika kehidupan seharian mereka. Rukun Negara amalan hidup rakyat Malaysia.

Konsep Rukun Negara 

Rukun Negara adalah ideologi kebangsaan Malaysia. Ia adalah satu susunan cara ataupun prinsip hidup bermasyarakat yang mengandungi nilai-nilai kenegaraan dan norma-norma sosial yang meliputi semua aspek kehidupan bernegara. Rukun Negara juga adalah satu doktrin untuk mencapai perpaduan kaum demi keharmonian dan kemakmuran negara Malaysia. 

Ideologi negara ini menggariskan lima prinsip yang lahir daripada aspirasi masyarakat dan negara Malaysia, dibentuk mengikut acuan Malaysia dan dimiliki bersama oleh rakyat Malaysia yang berbilang kaum dan agama. Rukun Negara yang menjadi pedoman kepada seluruh rakyat Malaysia jelas merupakan kunci kepada masyarakat pelbagai kaum di Negara ini untuk membentuk warga berintegriti. 

Prinsip Rukun Negara 

Bahawasanya negara kita Malaysia mendukung cita-cita untuk mencapai perpaduan yang lebih erat di kalangan seluruh masyarakatnya; memelihara satu cara hidup demokratik; mencipta masyarakat yang adil bagi kemakmuran negara yang akan dapat dinikmati bersama secara adil dan saksama; menjamin satu cara yang liberal terhadap tradisi kebudayaannya yang kaya dan berbagai-bagai corak; membina satu masyarakat progesif yang akan menggunakan sains dan teknologi moden; 

MAKA KAMI, rakyat Malaysia, berikrar akan menumpukan seluruh tenaga dan usaha kami untuk mencapai cita-cita tersebut berdasarkan prinsip-prinsip yang berikut: 

� Kepercayaan kepada Tuhan 
� Kesetiaan kepada Raja dan Negara 
� Keluhuran perlembagaan 
� Kedaulatan undang-undang 
� Kesopanan dan kesusilaan 

Referensi :
https://www.facebook.com/notes/jabatan-penerangan-malaysia/sejarah-pembentukan-rukun-negara/446205697910/
http://kelabraja.blogspot.co.id/2010/03/topik-memahami-prinsip-dan-rukun-negara.html

Senin, 26 Januari 2015

Sejarah Mengapa adanya Tren batu Akik sekarang

Para pria jika mendengar batu akik pasti akan tahu apa itu ? ya, batu akik adalah sebuah batu yang jika diasah akan menjadi sebuah batu cincin dan dipasang di jari manis :). Hingga saat ini fenomena batu akik ini belum hilang . di pasar saja banyak yang menjual jenis-jenis batu cincin salah satunya ya batu akik itu sendiri.

Konon kata orang-orang, batu tersebut dapat menolong kamu dalam hal yang berhubungan dengan kepribadian fisikal dan emosional. menurut sejarahnya, jika memakai batu akik tersebut akan terlindungi dari bahaya dan bisa meningkatkan keberanian kamu, bisa menyembuhkan penyakit susah tidur atau insomnia, bisa juga memberikan mimpi indah dan memberikan keseimbangan tubuh.
sejarah batu akik

Dan ini ada beberapa jenis-jenis dari batu akik
Akik Lumut
Akik pohon
Akik Garis/Pita
Akik Renda/Jalinan
Akik menyerupai bulu burung
Akik bintik-bintik
Akik Mata (kebanyakannya Akik Iran/Yaman/Sulaiman)
Akik Dendrite
Akik India (dipercayai Akik Sulaiman)
Akik Botswana
ALEXANDRITE
AMETHYST
AQUAMARINE
BLOODSTONE
CARNELIAN
CHRYSOPRASE
CITRINE (CEMPAKA)
DIAMOND (BERLIAN)
EMERALD (ZAMRUD)
GARNET
GOLDSTONE
JADE
Jade Hijau
Jade Merah
JASPER (FATAMORGANA)
Jasper kulit Leopard
Poppy Jasper
Opalite Jasper
Jasper Coklat
Jasper Hijau
Jasper Merah
LAPIS LAZULI
MOONSTONE (BATU REMBULAN)
ONYX
OPAL
Opal Hitam
Opal Putih
PEARL (MUTIARA)
PERIDOT (ZABARJAD)
QUARTZ
Druzy Quartz
Rutilated Quartz
Smokey Quartz/Kwarsa Coklat
White Quartz/Kwarsa Putih
Rose Quartz
RUBY (DELIMA)
SAPPHIRE (NILAM)
TOPAZ
TOURMALINE
TURQUOISE (FIRUZ)
ZIRCON
MARJAN ATAU CORAL
BATU AKIK (AGATE)
Sejarah Mengapa adanya Tren batu Akik sekarang

Sejarah Bercerita Suku Betawi- Jakarta

Ketika ditanya siapa penghuni suku asli di Jakarta, pasti mereka akan menjawab Betawi karena penghuni Jakarta ya suku betawi. Tapi kamu tahu tidak bagaimana asal usul suku betawai itu berada di Jakarta, pasti kamu tidak tahu kan. Untuk itu mimin sejarah bakalan menceritakan seluk beluk suku betawi jakarta.

Betawai berasal dari kata "Batavia" yaitu nama dulu jakarta yang di namai pada saat Belanda menjajah. Orang Betawi kebanyakan menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Katholik, Kristen, Protestan ada juga namun  sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang enganut agama Kristen, ada menyatakan bahwa mereka keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. 
suku betawi

Menurut perkiraan Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA, suku betawi terbentuk sekitar satu abad yang lalu di antara tahun 1815-1893. bedasarkan studi sejarah demografi penduduk jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman Belanda, Dalam data Jakarta di tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Misalnya saja orang Sunda, Arab dan Moor, orang Jawa dan , orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa,orang Melayu, orang Ambon dan Banda .

Di tahun 1930, orang betawi sebelumnya tidak pernah ada dan justru muncul sebagai kategori bari dalam sensus tahun tersebut. Sebanyak 778.953 jiwa menjadi penduduk batavia pada saat itu.

Pengakuan adanya orang Betawi sebagai kelompok etnis, satuan sosial, politik dalam ruang lingkup lebih luas, yakni Hindia Belanda, dan muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi. Baru pada waktu itu pula seluruh orang Betawi sadar mereka adalah sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.

Ada juga orang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya melibatkan masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga melibatkan penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. 

Jumat, 19 Desember 2014

Menguak Sejarah Masa Di Bangunnya Benteng Fort De Kock (Bukittinggi)

Masyarakat Indonesia yang mengerti akan sejarah indonesia, pasti akan tahu tentang peninggalan sejarah masa lalu salah satunya Benteng Fort De Kock yang berada di kota Bukittinggi merupakan peninggalan dari negara Belanda pada saat itu. Benteng tersebut dibangun oleh Kapten  Johan Heinrich Conrad Bouer tahun 1825 berada diatas Bukit Jirek yang dulu digunakan tentara Belanda sebagai tempat pertahanan terhadap serangan dari masyarakat Minangkabau, pada waktu terjadinya perang Paderi tahun 1821-1837.

Benteng Fort De Kock terdapat meriam kecil di 4 sudutnya. Diberi nama dengan Fort De Kock karena tempat didirikannya benteng tersebut yaitu Bukit Jirek. Juga sebagai dedikasi  Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang sekaligus Komandan Militer (commandant der troepen) pada saat itu, Hendrik Merkus Baron de Kock.
belanda sejarah


Adanya Benteng tersebut tidak bisa dipisahkan dari sejarah terjadinya perang Paderi tahun 1821-1837 yang berujung masuknya tentara Hindia-Belanda ke dalam konflik. Yang pada saat itu tentara Hindia-Belanda di mintai pertolongan dari Kaum Adat yang ternyata dengan sesuka hati membangun benteng di  daerah dataran tinggi (darek) Minangkabau untuk mengalahkan Kaum Paderi. Diantara Benteng yang dibangun adalah Fort de Kock di Bukittinggi dan Fort van der Capellen di Batusangkar. Akibatnya perjanjian yang diadakan oleh Kaum Adat dengan tentara Hindia-Belanda membuat mereka dirugikan dan runtuhnya kerajaan Pagaruyung.
peninggalan sejarah

Pada tahun 2002 lalu pemerintah derah setempat merenovasi daerah kawasan Benteng Fort De Kock yang sekarang menjadi Taman Kota Bukittinggi (Bukittinggi City Park) dan Taman Burung Tropis (Tropical Bird Park). Hingga saat sekarang Benteng tersebut masih ada sebagai bangunan bercat putih-hijau setinggi 20 m. Kawasan sekitar benteng sudah dipugar oleh pemerintah daerah menjadi sebuah taman dengan banyak pepohonan rindang dan mainan anak-anak.
Menguak Sejarah Masa Di Bangunnya Benteng Fort De Kock (Bukittinggi)