Jumat, 26 Februari 2016

Sejarah Awal Terjadinya Negara Laos

Negara Laos adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki daerah perairan laut. Negara beribukota Vientiane ini dikenal dengan negara yang damai, ramah, dan masih kuat memegang paham tradisi. Ternyata Laos pernah mengalami jaman kolonialisme dan peperangan.

Terjadinya Negara Laos
Orang-orang Lao bermigrasi ke Laos dari China Selatan sejak abad ke-8. Pada abad ke-14, negara Laos pertama didirikan, Lan Xang kerajaan, yang memerintah Laos sampai dibagi menjadi tiga kerajaan yang terpisah pada tahun 1713. Selama abad ke-18, tiga kerajaan berada di bawah Siam ( Thailand ), dan aturan, pada tahun 1893, menjadi protektorat Perancis. Dengan wilayahnya dimasukkan ke Indochina. Sebuah gerakan nasionalis yang kuat dikembangkan selama Perang Dunia II, tapi Perancis membangun kembali kontrol pada tahun 1946 dan membuat raja Luang Prabang monarki konstitusional semua Laos. Perancis diberikan semiautonomy pada tahun 1949 dan kemudian, didorong oleh Viet Minh pemberontakan di Vietnam, kemerdekaan penuh dalam Uni Perancis pada tahun 1950.
Sejarah Awal Terjadinya Negara Laos

Pada tahun 1951, Pangeran Souphanouvong menyelenggarakan Pathet Lao, sebuah gerakan kemerdekaan komunis, di Vietnam Utara. Viet Minh dan pasukan Pathet Lao menyerbu pusat Laos, mengakibatkan perang sipil. Dengan Perjanjian Jenewa 1954 dan gencatan senjata tahun 1955, dua provinsi utara diberikan kepada Pathet Lao, sisanya pergi ke rezim kerajaan. Kedaulatan penuh diberikan kepada kerajaan oleh Perjanjian Paris 29 Desember 1954. Pada tahun 1957, Pangeran Souvanna Phouma, perdana menteri kerajaan, dan Pathet Lao pemimpin Pangeran Souphanouvong, saudara tiri perdana menteri, sepakat untuk pembentukan kembali pemerintahan bersatu, dengan Pathet Lao partisipasi dan integrasi pasukan Pathet Lao dalam tentara kerajaan. Perjanjian tersebut rusak pada tahun 1959, dan konflik bersenjata dimulai lagi.

Pada tahun 1960, perjuangan menjadi tiga-cara melawan sebagai Jenderal Phoumi Nosavan, mengendalikan sebagian besar tentara kerajaan, didirikan di selatan pemerintahan revolusioner pro-Barat yang dipimpin oleh Pangeran Boun Oum. General Phoumi mengambil Vientiane pada bulan Desember, mengemudi Souvanna Phouma ke pengasingan di Kamboja. Blok Soviet didukung Souvanna Phouma. Pada tahun 1961, gencatan senjata diatur dan tiga pangeran setuju untuk pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Souvanna Phouma.

Kemerdekaan Negara Laos
Setelah penjajahan Jepang selama terjadinya Perang Dunia ke-2, Laos kemudian memerdekakan dirinya dengan nama Kerajaan Laos. Tepatnya pada tanggal 19 Juli 1949 yang dipimpin oleh Raja Sisavang Vong.

Akibat keguncangan politik yang terjadi di negara tetangganya (Vietnam), membuat situasi kondisi Laos menjadi tidak stabil. Laos harus menghadapi perang Indocina yang kedua kalinya dengan skala yang lebih besar dan menyebabkan terjadinya perang saudara serta mengalami beberapa kali kudeta.

Pada tahun 1951, Pathet Lao sebuah gerakan komunis di Vietnam Utara dan Viet Minh menyerang pusat Kerajaan Laos, terjadilah perang sipil. Setelah dikeluarkannya perjanjian Jenewa tahun 1954 dan gencatan senjata tahun 1955, menghasilkan keputusan dua provinsi utara diberikan kepada Pathet Lao. Kemudian Kerajaan Laos mendapatkan kedaulatan penuh pada tanggal 29 Desember 1954 melalui perjanjian Paris.

Pada tahun 1957 adanya kesepakatan pembentukan pemerintahan bersatu antara Souphanouvong dan Pathet. Namun pada tahun 1959 perjanjian tersebut tidak berpengaruh, mereka kembali memulai konflik bersenjata lagi.

Pada tahun 1975, Kaum komunis Pathet Lao menentang pemerintahan Raja Savang Vatthana. Gerakan tersebut didukung oleh Unisoviet dan komunis Vietnam. Sedangkan di pihak pemerintahan Raja Savang Vatthana mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Prancis.

Setelah mengalami pengambilalihan kekuasaan, Kerajaan Laos kemudian berganti namanya menjadi Republik Demokratik Rakyat Laos, sampai hari ini masih bertahan. Pada tahun 1997 Laos bergabung bersama negara-negara Asia lainnya ke dalam organisasi ASEAN.

Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bagi para pembaca.

Referensi:
http://www.bimbie.com/sejarah-negara-laos.htm
http://kartika.xyz/sejarah-dunia/sejarah-negara-laos/

Rabu, 03 Februari 2016

Sejarah Berdirinya Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia

Badan Intelijen Negara (BIN) adalah lembaga pemerintah non-kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen. Untuk Kepala BIN sejak 8 Juli 2015 adalah Sutiyoso.
Sejarah Berdirinya Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia

Sejarah
Badan Intelijen Negara awal berdirinya di masa pendudukan Jepang, tahun 1943.
Pada masa itu Jepang mendirikan versi lokal lembaga intelijen yang terkenal dengan sebutan Sekolah Intelijen Militer Nakano. Mantan tentara Pembela Tanah Air (Peta), Zulkifli Lubis merupakan lulusan sekaligus Komandan Intelijen pertama kaum republikan.

Paska kemerdekaan, Agustus 1945 Pemerintah Indonesia mendirikan badan intelijen republik yang pertama, yang dinamakan Badan Istemewa. Kolonel Zulkifli Lubis kembali memimpin lembaga itu bersama sekitar 40 mantan tentara Peta yang menjadi penyelidik militer khusus.

Sejak 1945 s/d sekarang, organisasi intelijen negara telah berganti nama sebanyak 6 (enam) kali:
  1. BRANI (Badan Rahasia Negara Indonesia).
  2. BKI (Badan Koordinasi Intelijen).
  3. BPI (Badan Pusat Intelijen).
  4. KIN (Komando Intelijen Negara).
  5. BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara).
  6. BIN (Badan Intelijen Negara).

Kegiatan Seorang Intelijen Negara
Pada umumnya badan intelijen memiliki tiga fungsi dasar: pengumpulan, analisis dan, ciri yang melekat pada seluruh proses intelijen adalah kontra intelijen. Fungsi keempat yang agak jarang dilakukan oleh badan intelijen luar negeri adalah tindakan tertutup yang semakin sering diperdebatkan apakah hal tersebut merupakan fungsi intelijen yang pantas dalam negara maju.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Intelijen_Negara
http://medicareku.blogspot.co.id/2015/06/sejarah-badan-intelijen-negara-di.html
https://id-id.facebook.com/notes/badan-intelijen-negara/kegiatan-seorang-intelijen/121834060780/

Selasa, 02 Februari 2016

Sejarah Di Bangunnya Game Android Clash Of Clans

Clash of Clans (COC) merupakan sebuah game multiplayer online di mana seorang pemain membangun komunitas, melatih pasukan, dan menyerang pemain lain untuk mendapatkan emas dan obat mujarab, dan Dark Elixir, yang dapat digunakan untuk membangun pertahanan yang melindungi diri dari serangan pemain lain, dan untuk melatih dan meningkatkan kekuatan tentara. Game online ini dikembangkan oleh Supercell yang berasal di Negara Finlandia. Belakangan ini, game clash of clans yang bertema strategi ini memang semakin diminati semua kalangan.
Sejarah Di Bangunnya Game Android Clash Of Clans

Game Clash of Clans ini awalnya dibuat hanya untuk sistem operasi mobile pada platform iOS saja. Game ini resmi dirilis pertama kali pada tanggal 2 Agustus 2012. Dalam jangka waktu setahun, COC menunjukkan grafik pemakai yang meningkat secara signifikan, bahkan bisa dibilang game Clash of Clans sangat sukses dipasaran. Tentunya hal ini membuat heboh dan panik para rivalnya yang juga merilis game strategi sejenis. Singkat cerita, Supercell tak mau melewatkan kesempatan itu, akhirnya mereka pun memperluas platform setelah sebelumnya melakukan beberapa riset pasar games selama beberapa bulan. Mulai tahun 2013 kemarin, sistem operasi android adalah satu-satunya pilihan yang sangat menguntungkan. Melihat juga banyaknya pengguna dari kalangan menengah ke bawah yang jumlahnya terus bertambah dengan pesat. Dan pada akhirnya, mereka (supercell) merilis resmi clash of clans versi android pada tanggal 7 Oktober 2013. 

Hadir di Android, peminat clash of clans semakin menggila saja. Saat ini (2 tahun), COC sudah di download sebanyak 100 Juta pengguna Android di dunia. Tentunya ini langsung menenggelamkan game strategi lain sebelumnya. Bahkan banyak juga bermunculan game/permainan baru lainnya yang mengadopsi dari clash of clans.

Troops Dari Game Clash Of Clans
Sejarah Di Bangunnya Game Android Clash Of Clans

Kamis, 24 Desember 2015

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Secara bahasa maulid Nabi di artikan hari kelahiran nabi. Secara istilah, maulid Nabi biasanya dimaknai sebagai perayaan yang berkaitan dengan waktu kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Perayaan dimana merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara substansi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebuah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW seluruh umat di dunia.
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Sejarah Awal Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Pada masa-masa sebelum sekarang kita sering mendengar bahwa peringatan maulid muncul pertama kalinya pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (w. 1193).  Shalahuddin dikatakan mengadakan kompetisi atau anjuran untuk melaksanakan perayaan maulid demi membangkitkan semangat jihad kaum Muslimin pada masa itu dalam menghadapi tentara salib. Namun sejauh yang penulis ketahui, kisah ini sama sekali tidak memiliki rujukan.

Tidak ada satu pun penulis sejarah Shalahuddin dan Perang Salib yang hidup sejaman dengannya yang menyebutkan tentang hal ini. Jika Shalahuddin memang menjadikan maulid sebagai bagian dari perjuangannya, tentu buku-buku sejarah pada Secara bahasa maulid Nabi bermakna waktu kelahiran. atau tempat kelahiran, Nabi (shallallahu alaihi wasallam). Secara istilah, maulid Nabi biasanya dimaknai sebagai perayaan yang berkaitan dengan waktu kelahiran Nabi Muhammad setiap tanggal 12 Rabiul Awwal. Perayaan maulid telah menjadi bagian dari kehidupan masa itu akan menyebutkan tentang hal itu walaupun sedikit.

Awal Maulid Nabi Muhammad SAW berkembang di Indonesia. 

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan sudah dilakukan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW disebut �Gerebeg Mulud�. Kata "gerebeg" artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. 
Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha). 

Maka dari itu tidak menyampingkan persoalan apakah peringatan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini adalah bid�ah atau tidak. Bagi saya dalam Madarirushu�ud Syarhul Barzanji sudah dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syqfa'at kepadanya di Hari Kiamat." Pun diaminkan pula oleh Umar bin Khattab. �Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!� Jadi saya tidak ada alasan mengatakan bahwa memperingati perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW itu bid�ah atau tidak. Sebab sudah terjawab jelas dari sabda tersebut di atas.

Referensi :
http://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2014/01/23/15339/shalahuddin-al-ayyubi-dan-maulid-nabi.html
http://www.kompasiana.com/perantaukatakat.multply.com/asal-muasal-maulid-nabi-muhammad-saw-berkembang-di-indonesia_552c39ee6ea834801f8b45aa

Selasa, 17 November 2015

Jejak Sejarah Ronda Rousey Si Ratu Pentas Ultimate Fighting Championship (UFC)

Belum lama ini dunia UFC di hebohkan dengan kekalahan Ronda Rousey dari lawannya yaitu Holly Holm. Mengenai Jejak Sejarah Ronda Rousey, ia adalah atlet penyandang gelar juara dunia kelas bantam (UFC).

Dan hingga saat ini, Rousey telah berhasil memenangkan 11 dari 12 pertarungannya di babak pertama. Bahkan, empat pertarungan judoka 28 tahun itu hanya berlangsung 34 detik, 14 detik (rekor kemenangan laga terpendek UFC), 16 detik, dan 66 detik. 
Jejak Sejarah Ronda Rousey Si Ratu Pentas

Di luar ring, Ronda Rousey adalah seorang gadis yang manis dengan senyum tipis. Ia pernah menjalani sesi foto dengan Majalah ESPN, Maxim dan juga Sports Illustrated. Rousey juga pernah menjadi sampul depan dalam cover game EA Sports UFC.

Sebelum ia memulai karir di MMA, ia adalah seorang atlit Judo untuk Olimpiade, ia adalah atlit termuda saat mengikuti Olimpiade tahun 2004 di Yunani. Pada tahun 2008 saat Olimpiade diadakan di Beijing, Ronda memenangkan medali perunggu dan menjadi atlit perempuan pertama asal Amerika Serikat yang menang di olahraga Judo.kumpulan sejarah

Kamis, 12 November 2015

Sejarah Awal Adanya Hari Ayah Nasional di Indonesia

Selamat hari ayah nasional yang jatuh pada tanggal 13 November 2015 yang bertujuan untuk mempertingati jasa para ayah yang di Indonesia. Sebenarnya untuk peringatan hari ayah masih hal yang asing  karena belum sepopuler hari ibu. Hal ini terkait dengan deklarasi yang dilakukan oleh PPIP (Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi) di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Jawa Tengah.

Deklarasi serupa juga dilaksanakan oleh anggota PPIP lainnya di Maureme, Flores, NTT. Deklarasi tersebut dilaksanakan pada 12 November 2006.
Sejarah Awal Adanya Hari Ayah Nasional di Indonesia

Semenjak saat itu, muncul kesepakatan bahwa Hari Ayah Nasional di rayakan pada setiap tanggal 12 November. Gress Raja, Ketua PPIP kala itu menjelaskan, sosok ayah tidak dapat dipisahkan oleh sosok ibu. Terlebih, menurut Raja, sosok ayah adalah sosok penting dalam membangun karakter keluarga.

Kemudian, untuk menandakan perayaan tersebut paten di Indonesia, PPIP mengirimkan piagam hari ayah ke mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Piagam tersebut juga dikirim ke empat bupati yang ada di Sabang, Merauke, Talaud, dan Pulau Rote. Dengan dasar tersebut, Indonesia memastikan Hari Ayah Nasional dirayakan pada tanggal 12 November. Namun, penetapan tersebut berbeda dengan yang ada di Amerika.

Sedangkan Di AS dan lebih dari 75 negara lainnya, seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hongkong, Hari Ayah dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni.

Di puluhan negara tersebut, perayaan Hari Ayah sudah dimulai sejak awal abad ke-12. Biasanya, Hari Ayah dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan. Di Indonesia masih belum lama ini di peringati hari ayah nasional.

Selamat Hari Ayah Nasional, Wahai Para Ayah di Indonesia! 

Referensi:
http://teknologi.inilah.com/read/detail/2251912/google-doodle-rayakan-hari-ayah-nasional
https://www.selasar.com/gaya-hidup/sejarah-hari-ayah-nasional

Senin, 02 November 2015

Mengenal Sejarah Kebudayaan Suku Anak Dalam di Jambi

Di Indonesia memiliki ribuan suku bangsa yang beraneka ragam tersebar di pelosok tanah air. Masing-masing daerah saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebudayaan daerah lain atau kebudayaan yang berasal dari luar. Salah satu kebudayaan tersebut adalah Suku Anak Dalam. Suku Anak Dalam berada di daerah Jambi dan Sumatera Selatan. Suku Anak Dalam belum dikenal sekali oleh masyarakat Indonesia karena Suku Anak Dalam sudah sangat jarang ditemui dan mereka biasanya menetap di tempat-tempat terpencil yang jauh dari jangkauan orang-orang.

Suku kubu (suku anak dalam) ini adalah percampuran suku bangsa dengan suku Wedda atau yang disebut suku bangsa Weddoid oleh para anthropologi.
Mengenal Sejarah Kebudayaan Suku Anak Dalam di Jambi

Kehidupan dari suku kubu (anak dalam) terkenal dengan kebiasaannya yang suka hidup terisolasi dari kehidupan dunia luar yang mengakibatkan rendahnya tingkat kebudayaan dan peradaban dari mereka. Hal tersebut terlihat dari bentuk rumah baik dari segi susunan dan bahan bangunannya, kebudayaan material suku Kubu (Anak Dalam) yang masih sangat sederhana, kemudian alat-alat rumah tangga yang mereka gunakan, alat-alat bercocok tanam dan berkebun, pakaian sehari-hari dan upacara yang mereka kenakan. Namun, suku Kubu (Anak Dalam) juga mengenal kebudayaan rohani yang meliputi kepercayaan akan setan-setan dan dewa-dewa, adat kelahiran, perkawinan, pelaksanaan kematian, pantangan atau tabu, hukum adat, kesenian dan bahasa yang memiliki cirri khas tersendiri dibandingkan dengan penduduk lainnya di daerah Jambi tersebut. Mereka masih menerapakan budaya berburu, sistem barter, dan juga bercocok tanam untuk kelangsungan hidup mereka dan mereka termasuk suku yang menganut sistem hidup seminomaden karena kebiasaan berpindah-pindah yang mereka lakukan.

Mengenai Sejarah Suku Anak Dalam

Sejarah Suku Anak Dalam masih penuh misteri, bahkan hingga kini tak ada yang bisa memastikan asal usul mereka. Hanya beberapa teori, dan cerita dari mulut ke mulut para keturunan yang bisa menguak sedikit sejarah mereka.

Versi Pertama
leluhur mereka adalah orang Maalau Sesat, yang meninggalkan keluarga dan lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, TNBD. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo.

Sedangkan Versi Kedua
penghuni rimba adalah masyarakat Pagaruyung, Sumatera Barat, yang bermigrasi mencari sumber-sumber penghidupan yang lebih baik. Diperkirakan karena kondisi keamanan tidak kondusif atau pasokan pangan tidak memadai di Pagaruyung, mereka pun menetap di hutan itu.

Versi kedua ini lebih banyak dikuatkan dari segi bahasa, karena terdapat sejumlah kesamaan antara bahasa rimba dan Minang. Orang Rimba juga menganut sistem matrilineal, sama dengan budaya Minang. Dan yang lebih mengejutkan, Orang Rimba mengenal Pucuk Undang Nang Delapan, terdiri atas hukum empat ke atas dan empat ke bawah, yang juga dikenal di ranah Minang.

Di Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat Kerajaan Pagaruyung sendiri, terdapat sebuah daerah, yaitu Kubu Kandang. Merekalah yang diperkirakan bermigrasi ke beberapa wilayah di Jambi bagian barat.

Hasil survei Kelompok Konservasi Indonesia (KKI) Warsi tahun 2004 menyatakan, jumlah keseluruhan Orang Rimba di TNBD ada 1.542 jiwa. Mereka menempati hutan yang kemudian dinyatakan kawasan TNBD, terletak di perbatasan empat kabupaten, yaitu Batanghari, Tebo, Merangin, dan Sarolangun. Hingga tahun 2006, paling sedikit terdapat 59 kelompok kecil Orang Rimba. Beberapa ada yang mulai hidup dan menyatukan diri dengan kehidupan desa sekitarnya. Namun sebagian besar masih tinggal di hutan dan menerapkan hukum adat sebagaimana nenek moyang dahulu.

Selain di TNBD, kelompok- kelompok Orang Rimba juga tersebar di tiga wilayah lain. Populasi terbesar terdapat di Bayung Lencir, Sumatera Selatan, sekitar 8.000 orang. Mereka hidup pada sepanjang aliran anak-anak sungai keempat (lebih kecil dari sungai tersier), seperti anak Sungai Bayung Lencir, Sungai Lilin, dan Sungai Bahar. Ada juga yang hidup di Kabupaten Sarolangun, sepanjang anak Sungai Limun, Batang Asai, Merangin, Tabir, Pelepak, dan Kembang Bungo, jumlahnya sekitar 1.200 orang. Kelompok lainnya menempati Taman Nasional Bukit Tigapuluh, sekitar 500 orang.

Terdesak penjajahan 
Johan Weintre, salah seorang peneliti antropologi asal Australia, yang juga pernah menetap di hutan rimba TNBD, menuliskan, Kerajaan Sriwijaya menguasai Selat Malaka serta melakukan perniagaan dan memiliki hubungan sosial dengan mancanegara, termasuk Tiongkok dan Chola, sebuah kerajaan di India Selatan. Sekitar tahun 1025, Kerajaan Chola menyerang Kerajaan Sriwijaya dan menguasai daerahnya. Lalu sebagian penduduk yang tidak ingin dikuasai penjajah, mengungsi ke hutan. Mereka kemudian disebut kubu, membangun komunitas baru di daerah terpencil.

Sebenarnya, masyarakat SAD tidak jauh berbeda dengan masyarakat lain di sekitarnya. Pengaruh Minang tidak hanya lekat di sana, namun juga pada daerah sekitarnya, wilayah Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Muaro Tebo, yang mengitari kawasan TNBD.

Salah satu buktinya, masyarakat adat melayu kuno di Kuto Rayo, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, juga memegang hukum adat Pucuk Undang Nang Delapan dari Minang, dan menganut sistem matrilineal. Sejarah mereka juga kaum pelarian pada Perang Sriwijaya. kumpulan sejarah

Referensi:
http://tebopolita.blogspot.co.id/
http://jadiberita.com/1476/mengenal-lebih-dalam-budaya-suku-anak-dalam.html
http://arsipbudayanusantara.blogspot.co.id/2013/05/kebudayaan-suku-anak-dalam.html